(Taiwan, ROC) – Gelombang pertama bantuan kemanusiaan internasional pemerintah Taiwan berhasil dengan lancar, selanjutnya akan memberikan bantuan kemanusiaan gelombang kedua, Kementerian Luar Negeri pada hari Kamis (9/4) menyampaikan, akan kembali menyumbang 6 juta masker medis untuk negara-negara yang sedang terkena dampak serius dari virus Korona atau COVID-19 seperti Eropa Utara dan anggota Uni Eropa di kawasan timur tengah, Amerika Serikat, negara-negara di Amerika Latin dan Karibia, negara-negara yang menjadi target kebijakan baru ke arah selatan dan negara-negara sahabat lainnya, mengenai sumbangan bagi Jepang, kedua belah pihak tengah membahasnya, apabila sudah ada hasil maka akan memberikan penjelasan keluar.
Kementerian Luar negeri mengemukakan, pencegahan pandemi tidak memiliki batas negara, salah satunya cara adalah dengan kerja sama saling membantu dengan demikan baru dapat bertahan di garis pertahanan pencegahan, dunia internasional tengah memperkuat mekanisme pencegahan pandemi, Taiwan memiliki kemampuan dan bersedia bekerja sama pencegahan pandemi dengan tiap-tiap negara, tidak boleh kurang dan tidak turut andil berperan dalam menyelesaikan masalah pandemi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne Ou mengatakan, “6 juta masker ini adalah masker mulut medis, tentu sama masker buatan Taiwan, Taiwan yang memproduksinya, masker mulut medis dengan kualitas terbaik. Negara kita akan terus membuktikan bahwa “Taiwan dapat bantu dan Taiwan sedang membantu” pada dunia internasional, menunjukkan bahwa ketulusan tekad dan cinta kasih dari 23 juta rakyat untuk berpartisipasi dalam urusan internasional.”
Mengenai progres bantuan gelombang pertama Kementerian Luar Negeri menyampaikan, telah membagikan sumbangan pada 15 negara sahabat diplomatik, juga sudah dengan lancar membagikan pada Amerika Serikat, Eropa, dan Belanda yang pada tanggal 7 April telah tiba di Amsterdam, masker mulut untuk negara lainnya di Eropa baru tiba sekitar 8 April malam dan 9 April dini hari, setelah itu akan didistribusikan ke Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Polandia, Republik Ceko, Belgia, Luksemburg dan negara-negara anggota lainnya termasuk Inggris, Swiss dan lainnya, diberikan kepada mereka yang berdiri di garis pertama seperti tenaga medis, organisasi terkait atau pendeta/pastur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Kementerian Luar Negeri mengemukakan, pemerintah Taiwan sejak mengumumkan mengerakkan bantuan kemanusiaan internasional gelombang pertama dengan konsep “Taiwan dapat membantu” pada tanggal 1 April lalu dan dalam waktu 1 minggu dapat menyelesaikan pengiriman dan lain sebagainya. Pihak Taiwan berharap dapat memberikan bantuan bagi Amerika Serikat, Eropa dan negara sahabat diplomatik dan secara khusus mengirimkan bantuan di pekan Hari Kesehatan Dunia yang mana ini memiliki makna penting.