History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Menuding Taiwan Menyerang Dirinya

  • 09 April, 2020
  • 譚雲福
Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Menuding Taiwan Menyerang Dirinya
Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Menuding Taiwan Menyerang Dirinya

        (Taiwan, ROC) – Sekretaris Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada hari Rabu tanggal 8 April saat menghadapi berbagai kritikan dari dunia internasional berkenaan dengan ketidakmampuan dirinya dalam menangani masalah pandemi COVID-19, dirinya berang dan emosi, serta menuding Taiwan telah melakukan serangan langsung terhadap dirinya selama 3 bulan terakhir ini. Sehubungan dengan hal ini, Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Uni Eropa, Tseng Ho-jen menyampaikan bahwa Tedros Adhanom Ghebreyesus berkhayal dan mereka-reka karangan fiksi yang sangat buruk dan berniat jahat.

        Virus korona yang juga dikenal dengan COVID-19, sejak mulai merebak di dunia, banyak pihak yang meragukan jika pihak WHO telah lalai dalam menjalankan tugasnya, dan sangat bergantung sebelah pihak kepada Tiongkok.

        Presiden Amerika Donald Trump pada hari Selasa tanggal 7 April lalu telah memberikan kritikan pedas kepada WHO yang lebih berpusat kepada pihak Tiongkok, sehingga telah menghabiskan waktu penanganan krusial secara sia-sia sedari awal, bahkan pihak Amerika juga mengancam akan menghentikan dana bantuan kepada WHO.

        Dalam jumpa pers yang digelar oleh WHO di Jenewa pada hari Rabu tanggal 8 April waktu setempat, kritikan Donald Trump terhadap WHO kembali menjadi fokus pembicaraan. Kali ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga telah mempersiapkan diri dengan memberikan laporan yang sangat panjang, bahkan menyebutkan jika ada alasan di balik kritikan tersebut, dengan tegas dirinya memberitahukan kepada dunia jika Taiwan dan juga Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu, telah melakukan serangan kepada dirinya secara personal.

        Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Uni Eropa yang juga merangkap sebagai kepala kantor perwakilan di Belgia, Tseng Ho-jen, usai menonton secara keseluruhan video jumpa pers yang digelar oleh WHO, menyampaikan kepada media CNA, entah informasi yang diserluaskan di media sosial ataupun dalam surat pers release resmi, Joseph Wu tidak pernah memberikan serangan secara personal kepada Tedros Adhanom Ghebreyesus. Selain itu, pemerintah Taiwan juga tidak pernah memberikan surat kritikan atau perkataan apapun yang bersifat serangan kepada Tedros Adhanom Ghebreyesus. Tseng Ho-jen menyebutkan jika Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak memiliki bukti kuat apapun, hanya dengan mengandalkan khayalan dan cerita fiksi rekaan yang sangat buruk, dan tidak pantas untuk menjadi bahan perhatian dunia.

        Kantor Perwakilan Taiwan di Jenewa menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus. Sebelumnya, kantor perwakilan di Jenewa juga telah menyurati Sekjen WHO dan memberikan penjelasan, bahwa apa yang dituding oleh Sekjen WHO tidaklah benar dan tidak berbukti. Taiwan adalah salah satu bagian dari demokrasi, bersedia untuk mengikuti kegiatan WHO dan juga telah memberikan dukungan penuh. Pemerintah Taiwan tidak pernah dan tidak perlu melakukan serangan terhadap individual tertentu.

        Tedros Adhanom Ghebreyesus yang ditanya oleh media berkenaan dengan kritikan yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump, apakah merasa terpojokkan atau tidak, atau apakah akan menjadi hambatan dalam tugas penanganan pencegahan pandemi yang ada? Tedros Adhanom Ghebreyesus menjawab jika setiap menit yang dilewati berhubungan dengan kondisi hidup matinya nyawa manusia. Ia menyebutkan jika dirinya tidak mempedulikan serangan individual tersebut, dan menegaskan bahwa dirinya tengah fokus terhadap tugas pertolongan nyawa manusia, mempedulikan kondisi mereka yang lemah dan menekankan bahwa WHO tidak dapat dipolitisasi.

        Akan tetapi kondisi yang ada sangatlah kontras dengan apa yang disebutkan dari mulut Tedros Adhanom Ghebreyesus, semakin ke depan semakin berapi-api, bahkan berkali-kali menyebutkan jika dirinya sangat malang, yang mana ia harus menghadapi serangan terhadap personal dirinya selama 3 bulan terakhir, termasuk berbagai kecaman buruk di media, memberikan julukan buruk kepada dirinya, bahkan diskriminasi ras kulit hitam.

        Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menggunakan kata “Enough atau cukup sudah” sebanyak 2 kali dengan keras dan menyebutkan jika semua kritikan yang datang dari berbagai pihak, sebenarnya semuanya berasal dari Taiwan.

Komentar

Terbarumore