(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan semakin merebaknya COVID-19 di seluruh dunia, Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Kamis tanggal 9 April dalam rapat Yuan Eksekutif menyampaikan, Taiwan berhasil mempertahankan kondisi kesehatan saat menghadapi serangan pandemi tahap pertama dari Tiongkok, dan tahap ke dua dari kawasan Eropa dan Amerika, yang mana hal ini bukanlah hal yang mudah. Perdana Menteri Su Tseng-chang menjelaskan bahwa banyak negara yang tidak dapat mengendalikan penyebaran virus, sehingga memberlakukan program isolasi kota, yang mana tentu akan memberikan dampak buruk terhadap perputaran roda perekonomian kondisi setempat, termasuk juga imbas yang harus dihadapi oleh sosial masyarakat, namun Taiwan masih belum perlu memberlakukan program serupa.
Su Tseng-chang menjelaskan bahwa pada saat masa liburan festival Chengbeng lalu, banyak warga yang melakukan perjalanan wisata ke beberapa titik pariwisata di Taiwan. Hal ini disebut wajar, karena warga juga membutuhkan ruang untuk melepas penat, namun sayangnya banyak yang tidak menjaga jarak sosial atau social distancing, tidak mengenakan masker dalam keramaian, dan hal ini telah menyebabkan Taiwan harus menghadapi tantangan serangan penularan COVID-19 tahap ke tiga. PM Su Tseng-chang menjelaskan bahwa banyak pihak yang mengusulkan untuk menghapus masa libur berturut saat Hari Buruh, akan tetapi dirinya berharap masyarakat masih dapat melakukan aktivitas dengan normal, para pedagang masih bisa membuka toko dan menjalankan usahanya. Selain itu, tugas pencegahan penularan COVID-19 tentu tidak boleh lengah, barulah dapat menunjukkan kepada dunia langkah cara penanganan sebuah negara yang baik.
PM Su Tseng-chang menyebutkan sejak tugas pencegahan mulai dilakukan, pemerintah telah menjalani masa-masa eksekusi program yang sangat berat, termasuk larangan ekspor masker, menggalang masker, menyatukan harga jual, mengalokasikan, menambah mesin manufaktur masker, evakuasi warga dari kota Wuhan kembali ke Taiwan. Setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah, kerap menimbulkan keraguan dalam hati masyarakat, namun setiap keputusan yang dijatuhkan telah melalui pembahasan yang mendetail dan profesional.
PM Su Tseng-chang mengingatkan warga, baik di dalam maupun di luar ruangan, jika memasuki kondisi yang ramai dan tidak bisa menjaga jarak sosial, maka diwajibkan mengenakan masker untuk melindungi diri sendiri dan melindungi orang yang berada disekeilingnya.