History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tim Taiwan menemukan antibodi dari tubuh pasien COVID-19

  • 08 April, 2020
  • 陳志勇
Tim Taiwan menemukan antibodi dari tubuh pasien COVID-19
Tim Taiwan menemukan antibodi dari tubuh pasien COVID-19 (Foto ilustrasi dari Pixabay)

(Taiwan, ROC) Sebuah tim riset Taiwan telah menemukan 25 antibodi monoklonal manusia berdasarkan segmen gen antibodi dari tiga pasien yang terinfeksi virus corona COVID-19.

Pemimpin tim riset Huang Kuan-ying (黃冠穎), seorang dokter residen di Rumah Sakit Memorial Chang Gung, mengatakan pada Selasa 7 April bahwa pencapaian itu dapat memfasilitasi pengembangan alat skrining cepat dan obat yang menargetkan COVID-19.

Antibodi monoklonal adalah protein sistem kekebalan yang diproduksi di laboratorium. Mereka dibuat dari sel-sel kekebalan yang identik, semuanya adalah klon dari sel induk yang unik. Seperti antibodi tubuh sendiri, antibodi monoklonal mengenali target spesifik.

Huang menerangkan, oleh karena dapat mengidentifikasi virus, antibodi monoklonal berguna di dua bidang, termasuk pengembangan dan produksi agen pengujian cepat; dan jika agen pengujian antibodi tersebut bereaksi terhadap sampel tisu yang mengandung virus, hasil dapat diketahui dalam jangka waktu minimal 30 menit.

Aplikasi lainnya adalah dalam bidang terapi, lanjut Huang, karena antibodi monoklonal dianggap sebagai "peluru ajaib" yang dapat menyembuhkan sejumlah penyakit menular.

Menurut Huang, timnya menemukan bahwa ada satu jenis tertentu di antara 13 antibodi monoklonal dengan penargetan-S yang memiliki kemampuan untuk memblokir jalur yang dapat digunakan virus corona tipe baru untuk menyerang tubuh manusia.

Dijelaskan lebih lanjut, agar dapat memasuki sel, virus harus berintegrasi dengan reseptor sel, yakni enzim yang menempel pada permukaan luar sel dalam organ.

"Reseptor itu seperti gerbang. Jika virus mengepal antibodi untuk membukanya, tubuh akan terinfeksi, tapi jika antibodi membuka gerbang lebih awal, ia memiliki peluang untuk menghentikan virus memasuki sel," tutur Huang.

Shih Shin-ru (施信如), seorang profesor di Universitas Chang Gung, mengatakan antibodi monoklonal yang ditemukan ini mampu menghentikan serangan virus corona pada tubuh manusia, maka diperkirakan dapat digunakan dalam pengembangan terapi atau bahkan vaksin COVID-19 jika terbukti efektif dalam tes manusia di masa depan.

Komentar

Terbarumore