History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jubir Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun menjelaskan hubungan dagang antar Selat Taiwan kepada media

  • 13 August, 2014
  • Editor
Jubir Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun menjelaskan hubungan dagang antar Selat Taiwan kepada media
Juru bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun

Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun (孫立群) memberikan penjelasan langsung kepada media berbahasa Inggris di Taiwan perihal masalah usaha pemerintah dalam mendorong program kerjasama dagang dan ekonomi antar selat. Sun Lin-chyun menegaskan bahwa hanya dengan hubungan dagang yang stabil antar selat, baru dapat melindungi otonomi ekonomi dan politik Taiwan sendiri.

Sun Lih-chyun pada hari Rabu tanggal 13 Agustus memberikan pernyataan tersebut secara langsung kepada media di Taiwan, sehubungan setelah dimuatnya artikel bertajuk “Taiwan Leaves Itself Behind” oleh Wall Street Journal Asia, kemudian ada penulis lain yang mengirimkan artikel kepada media berbahas Inggris di Taiwan dengan judul “China is only holding Taiwan back”. Sun memberikan pernyataan kepada media dan menjelaskan bahwa artikel balasan oleh penulis itu sebenarnya berbeda dengan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah Taiwan saat ini.

Dalam artikelnya, Sun Lih-chyun menjelaskan bahwa dengan adanya stabilitas dalam hubungan dagang dan ekonomi antar selat, baru dapat menjaga hak otonomi ekonomi dan politik Taiwan sendiri. Sebelumnya Taiwan menggunakan performa ekonominya yang baik sebagai biji catur negosiasi dengan pihak Daratan Tiongkok. Hal ini tentu tidak sepenuhnya menjadikan pasar Daratan Tiongkok sebagai pondasi utama, namun lebih untuk mengharapkan terciptanya hubungan dagang yang baik dengan pihak Daratan Tiongkok. Sehingga dengan demikian, Taiwan baru berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam organisasi kerjasama ekonomi kawasan, seperti TPP dan RCEP.

Sun menjelaskan jika reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Taiwan tidak secepat perkembangan ekonomi akibat berjalannya sistim perdagangan bebas, maka Taiwan akan kehilangan kesempatan untuk melakukan negosiasi dalam bidang politik dengan pihak Daratan Tiongkok. Hal ini tentu akan memberikan pengaruh yang negatif bagi Taiwan sendiri.

Sun Lih-chyun menyebutkan bahwa pemerintah berupaya untuk terus menjalin hubungan yang sewajarnya dengan pihak Daratan Tiongkok, dengan demikian Taiwan baru memiliki kesempatan untuk membangun kesempatan bermitra usaha dengan negara lain atau organisasi internasional lainnya.

Sun mengatakan bahwa Taiwan memiliki persamaan dengan negara lainnya, yakni pihak Daratan Tiongkok telah menjadi mitra dagang pertama. Namun hal ini tidak berarti lantas Taiwan harus secara sepenuhnya dipengaruhi oleh Daratan Tiongkok.

Sun kembali menegaskan bahwa jika Taiwan tidak secepatnya menjalin hubungan kerjasama ekonomi dengan negara Amerika, Jepang atau negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, maka ketakutan yang dikhawatirkan oleh masyarakat umum akan menjadi kenyataan, yakni ketergantungan ekonomi terhadap Daratan Tiongkok.

Sun mengambil contoh kawasan zona ekonomi bebas, dimana menggabungkan Taiwan dan negara maju lainnya dengan modal investasi dan teknologi. Hal tersebut tentu telah menciptakan sebuah daya tolak khusus terhadap masalah ketergantungan dengan Daratan Tiongkok, atau boleh juga disebutkan menciptakan sebuah daya saing yang tinggi.

Komentar

Terbarumore