(Taiwan, ROC) – Virus korona yang juga dikenal dengan COVID-19 kini semakin merebak ganas di seluruh dunia, dan jumlah kasus positif terinfeksi di Amerika Serikat kini telah melampaui jumlah kasus di Daratan Tiongkok, dan menjadi yang pertama terbanyak di dunia. Presiden Amerika, Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan komunikasi via telepon pada hari Kamis tanggal 26 Maret malam hari waktu setempat dengan pimpinan Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping.
Dalam jumpa pers yang digelar, Presiden Amerika Donald Trump menjelaskan jika ia akan melakukan komunikasi dengan Xi Jin-ping pada hari Jumat tanggal 27 Maret pagi jam 9 waktu Taiwan.
Merujuk kepada data statistik dari Johns Hopkins University, jumlah kasus positif terinfeksi yang diderita oleh Amerika Serikat adalah sebanyak 82.404 orang, dan angka ini telah melampaui jumlah kasus yang ada di Daratan Tiongkok.
Namun Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa dirinya meragukan dengan data statistik yang diberikan oleh pihak Daratan Tiongkok berkenaan dengan jumlah kasus COVID-19.
Presiden Donald Trump juga menyebutkan jika dirinya dan Xi Jin-ping, tetap memiliki hubungan yang baik berkenaan dengan pembahasan kasus penyakit musiman dunia ini.
Akan tetapi hal ini tetap saja masih memicu berbagai perdebatan di antara kedua belah pihak, berkenaan dengan siapa yang seharusnya bertanggung jawab untuk penyebaran COVID-19.
Presiden Donald Trump membeberkan jika pada awalnya COVID-19 disebut juga sebagai Virus Tiongkok, dan penyebutan tersebut telah memicu emosi masyarakat Daratan Tiongkok, bahkan sempat menyulut masalah diskriminasi ras dan suku di negara Amerika Serikat sendiri.
Presiden Donald Trump menyampaikan hal ini dikarenakan adanya seorang pejabat tinggi dari instansi kementerian luar negeri Daratan Tiongkok yang menyebutkan jika pihak militer Amerika Serikat yang mebawa masuk virus tersebut ke Daratan Tiongkok,dan hal ini telah dikategorikan sebagai bagian dari konspirasi.
Pada tanggal 26 Maret, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa virus tersebut berasal dari Daratan Tiongkok, dan ia menambahkan bahwa jika pihak Daratan Tiongkok merasa emosi akan hal ini, maka pihaknya akan terus mengamati perkembangan selanjutnya.