(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, pada tanggal 22 Maret lalu secara terbuka menyampaikan kepada publik bahwa pihaknya akan mengambil rujukan kepada Taiwan berkenaan dengan langkah pencegahan dan antisipasi terkait penyebaran virus COVID-19. Kepala perwakilan Taiwan di Kanada, Winston Chen, pada hari Selasa tanggal 24 Maret waktu setempat, merilis berita di media setempat, Toronto Sun, dan menyebutkan jika Taiwan telah siap berbagi pengalaman dalam hal penanganan penyebaran COVID-19 dengan pihak Kanada.
Winston Chen menyebutkan bahwa apa yang disebutkan oleh Justin Trudeau berkenaan tentang Taiwan adalah hal yang logis. Pemerintah Taiwan yang telah berada di garis terdepan dalam hal penanganan COVID-19, memiliki berbagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19, dan pengalaman ini tentu dapat dibagikan kepada dunia, sehingga setiap negara mampu menghindari diri dari virus korona dan dapat menjadi sebuah bukti yang nyata.
Winston Chen menjelaskan bahwa belakangan ini, langkah cara penanganan kasus COVID-19 yang tengah dilakukan oleh Taiwan menjadi pusat perhatian berbagai media di Kanada dan mendapatkan pengakuan publik. Hingga tanggal 24 Maret, Taiwan didapatkan sebanyak 216 kasus positif terinfeksi dan 2 kasus meninggal. Hal ini disebutkan sebuah hal yang sangat positif, mengingat letak geografis Taiwan yang sangat berdekatan dengan Daratan Tiongkok, maka jumlah kasus positif terinfeksi yang dicatat oleh Taiwan boleh dikatakan adalah yang paling sedikit dibandingkan dengan negara lainnya di dunia.
Winston Chen melanjutkan bahwa dengan melakukan pelacakan berkelanjutan terhadap pandemi, memberikan penjelasan informasi yang transparan, mendata setiap kasus dengan sistem komputerisasi, kunjungan kesehatan oleh instansi terkait dan berbagai pengecekan yang dilakukan, maka Taiwan mampu menunjukkan kepada dunia akan kemajuan teknologi medis yang dimiliki. Justin Trudeau secara terbuka menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan bantuan peralatan medis berupa masker, baju pelindung dan sebagainya. Sehubungan dengan program yang terus diberlakukan oleh Taiwan, maka Taiwan telah siap untuk menjalin kerjasama dengan pihak Kanada.
Pemerintah Taiwan untuk waktu yang pertama, telah berupaya menerapkan manufaktur yang stabil, penyuplaian logistik dan alokasi kebutuhan medis, menenangkan kepanikan warga dan juga penanganan oleh tim medis yang professional.
Winston Chen menjelaskan bahwa Taiwan telah siap sedia dalam berbagi pengalaman penanganan medis dengan berbagai negara di dunia, sehingga hal ini juga telah disabt baik oleh banyak negara di dunia untuk menggalang kerjasama bidang medis dengan pihak Taiwan.
Selain itu, interaksi pertukaran yang dilakukan oleh Taiwan dengan Uni Eropa, juga menghasilkan berbagai hubungan kerjasama terkait ujicoba dan analisa vaksin, termasuk berhasil menemukan langkah pengecekan penjangkitan COVID-19 terhadap manusia, dengan hanya cukup membutuhkan waktu selama 15 menit.