(Taiwan, ROC) - Dua penerbangan rutin maskapai penerbangan China Airlines (CAL) antara Taoyuan dan Shanghaii akan digunakan sebagai penerbangan “semi-carter” untuk mentransportasikan warga Taiwan di Provinsi Hubei, Daratan Tiongkok, kembali ke Taiwan pada hari Minggu (29 Maret) dan Senin (30 Maret) mendatang, demikian berdasarkan keterangan pers yang dirilis oleh Yayasan Interaksi Antar Selat (SEF) Kamis, 26 Maret.
Kedua penerbangan “semi-carter” ini akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Pudong Shanghai ke Taiwan sekitar pukul 19:50 malam, dan warga Taiwan yang ingin meninggalkan Hubei harus menuju Shanghai untuk menaiki salah satu dari dua penerbangan tersebut, jelas SEF.
Penerbangan “semi-carter” ini diumumkan setelah Tiongkok mencabut larangan bepergian di Hubei pada hari Kamis, mengizinkan ratusan warga Taiwan yang masih berada di provinsi itu untuk kembali ke Taiwan. Tapi, lockdown untuk Wuhan, ibukota Hubei, yang terkena dampak paling serius dalam pandemi Covid-19 kali ini, masih diberlakukan hingga 8 April.
Wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Wang Kwo-tsai (王國材) mengemukakan, pesawat CAL jenis Boeing 777 yang digunakan untuk penerbangan kali ini berkapasitas 358 penumpang, tapi atas pertimbangan pencegahan pandemi, hanya 220 penumpang per pesawat yang akan diizinkan.
Wang Kwo-tsai mengatakan, “Larangan bepergian di Hubei sudah dicabut, maka kami adopsi kebijakan penerbangan ‘semi-carter’ di mana pesawat tidak akan langsung terbang dari Wuhan, melainkan dari Shanghai. Untuk sekarang dijadwalkan terbang 29 dan 30 Maret dari Shanghai menuju Bandara Taoyuan, berangkat pukul 19:50, tiba di Taoyuan 21:50. Jenis pesawat yang dipakai adalah Boeing 777, kapasitasnya 358 orang, tapi atas pertimbangan pencegahan pandemi, kami hanya akan mentransportasikan 220 penumpang per pesawat, didudukkan secara terpisah.”
Menurut rencana, warga yang menumpangi kedua penerbangan tersebut akan dikarantina secara bersamaan di ruang individu untuk kurun waktu 14 hari setelah tiba di Taiwan.