(Taiwan, ROC) --- Di tengah memanasnya epidemi virus korona, Bupati Pingtung Pan Men-an (潘孟安) meminta pemerintah pusat untuk lebih cermat dalam mengevaluasi kemungkinan ditangguhkannya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Sekolah Menengah Atas, yang rencananya akan digelar di Pingtung pada bulan April mendatang. Permohonan tersebut disampaikan Pan Men-an pada tanggal 23 Maret 2020, dalam sebuah rapat telekonferensi bersama dengan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC).
Pada Senin malam, pemerintah daerah Pingtung menyampaikan, meski pelaksanaan pekan olahraga tersebut sempat diberitakan akan tetap digelar, tetapi di tengah merebaknya wabah COVID-19 saat ini, otoritas Pingtung merasa bahwa hal ini ada baiknya dibahas kembali. Meskipun sebelumnya sempat diputuskan untuk menunda upacara pembukaan dan memperkecil skala upacara penutupan, tetapi kegiatan ini tetap akan melibatkan partisipasi banyak orang. Diperkirakan akan ada 16.000 orang, termasuk para atlet dan staf, yang akan turut berpartisipasi dalam acara akbar tersebut.
Selama rapat telekonferensi berlangsung, Pan Men-an meminta pemerintah pusat untuk lebih cermat dalam mengevaluasi apakah perlu menunda kegiatan tersebut. Jika tetap harus digelar, maka ditakutkan seluruh fasilitas perhotelan di Pingtung akan penuh ditempati oleh para atlet dan staf. Dengan demikian, Pingtung tidak dapat memfasilitasi para warga yang hendak melakukan prosedur karantina. Pan Men-an juga mempertanyakan kesediaan pemerintah pusat untuk menyediakan tempat karantina yang terpusat.
Staf dari Kementerian Pendidikan Taiwan menyampaikan, hingga saat ini tidak ada kepastian untuk menunda Pekan Olahraga di Tingkat Universitas. Ia juga menambahkan, situasi di kedua jenjang pendidikan tersebut tentu terbilang berbeda. Pekan Olahraga di tingkat Universitas tidak memiliki permasalahan siswa yang akan naik kelas. Otoritas Kementerian Pendidikan Taiwan akan mencanangkan perencanaan yang sesuai dengan prosedur masing-masing institusi pendidikan.
Chen Shih-chung (陳時中) selaku Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) meminta Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi apakah perlu menggelar kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal semula. Jika memang harus tetap dilaksanakan, pemerintah pusat akan mendukung dengan memberikan fasilitas karantina terpusat bagi kawasan Pingtung.
Selain itu, Pan Men-an juga menyarankan pemerintah pusat untuk menetapkan SOP karantina atau isolasi bagi nelayan asing, mengingat bulan April dan Mei merupakan musim untuk menangkap ikan tuna. Hingga saat ini, pemerintah pusat belum memutuskan SOP yang tepat bagi para nelayan asing. Jika harus menjalankan proses isolasi selama 14 hari, maka dapat mempengaruhi pengoperasian kapal untuk melaut. Hal ini secara tidak langsung akan memukul perindustrian nelayan lokal.
Pemerintah Pingtung menuturkan, Chen Shih-chung selaku Ketua CECC setuju dengan usulan Pan Men-an dan akan segera mencanangkan SOP yang relevan bagi para nelayan. CECC akan menggelar rapat bersama dengan Dewan Pertanian (COA) untuk membahas prosedur yang sesuai dengan keadaan saat ini.