History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perdebatan Juru Bicara Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok di Tengah Memanasnya COVID-19

  • 24 March, 2020
  • 尤繼富
Perdebatan Juru Bicara Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok di Tengah Memanasnya COVID-19
Perdebatan Juru Bicara Amerika Serikat dengan Republik Rakyat Tiongkok di Tengah Memanasnya COVID-19

(Taiwan, ROC) --- Seorang juru bicara hubungan diplomatik Amerika Serikat, baru-baru ini menyuitkan pernyataan mengritik otoritas Negeri Panda yang dinilai telah menyembunyikan fakta epidemi COVID-19. Cuitan yang diunggah di media sosial twitter tersebut, berhasil menimbulkan pro dan kontra di antara warganet. Pada tanggal 23 Maret 2020, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Morgan Ortagus, melalui akun twitternya secara khusus menyebut nama Taiwan dan mempertanyakan kebohongan otoritas RRT dalam mengumumkan waktu penyebaran COVID-19.

Virus korona menyebar dengan cepat ke seluruh belahan dunia. Baru-baru ini, Amerika Serikat dan RRT terlibat dalam aksi menuduh perihal asal muasal virus tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo secara gamblang menyebut epidemi COVID-19 sebagai "Chinese Virus" atau "Wuhan Virus". Pernyataan petinggi Negeri Paman Sam tersebut, tentu mendatangkan aksi protes keras dari otoritas Beijing.

Tidak hanya itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Morgan Ortagus dan juru bicara Kementerian Luar Negeri RRT Hua Chun-ying (華春瑩), terlibat perseteruan sengit di media sosial twitter. Pada tanggal 19 Maret 2020, Hua Chun-ying menyuitkan, otoritas RRT telah memperbarui status epidemi mereka kepada pihak Amerika Serikat semenjak tanggal 3 Januari 2020 silam. Setelahnya, otoritas Washington juga telah mengeluarkan peringatan berwisata ke RRT pada tanggal 15 Januari 2020. Hua Chun-ying pun mempertanyakan sikap Negeri Paman Sam yang saat ini seakan-akan menyalahkan pihak RRT.

Pada tanggal 20 Maret 2020, Morgan Ortagus membalas cuitan Hua Chun-ying. Morgan Ortagus menyuitkan, otoritas RRT sebelum tanggal 3 Januari 2020 telah memerintahkan untuk menghancurkan seluruh sampel virus korona dan meminta seluruh dokter di Rumah Sakit Wuhan untuk tutup suara. Pada saat yang sama, petinggi Negeri Panda tersebut juga menginstruksikan untuk memeriksa seluruh pembahasan terkait virus korona di jejaring dunia maya.

Pada tanggal 21 Maret 2020, Hua Chun-ying pun kembali membalas dengan mengkritik Negeri Paman Sam yang sengaja ingin meraup keuntungan dengan mengambinghitamkan RRT atas merebaknya wabah COVID-19. Ia pun meminta Morgan Ortagus untuk lebih cermat mengamati urutan lini masa yang ada, mengingat Komisi Kesehatan Kota Wuhan telah merilis pemberitahuan pada tanggal 31 Desember 2019 silam.

Pada tanggal 23 Maret 2020, Morgan Ortagus menjawab kembali cuitan Hua Chun-ying. Ia menuliskan bahwa pada tanggal 31 Desember 2019, adalah hari pertama di mana Taiwan berusaha memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan kemungkinan wabah pneumonia COVID-19 dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Ia kembali menekankan, di hari yang sama tersebut otoritas RRT meminta para dokter untuk tutup suara. Otoritas Negeri Tirai Bambu baru mengakui virus ini dapat tertular dari manusia pada tanggal 20 Januari 2020. Di akhir cuitan tersebut, Morgan Ortagus juga menyematkan tagar CovidCoverup dan ChinaTransparencyNow.

Komentar

Terbarumore