(Taiwan, ROC) Guna menghindari penyebaran corona virus melalui moda transportasi udara, Pusat Komando Pencegahan Epidemi(CECC) mulai tanggal 24 Maret akan melarang setiap penerbangan yang transit di Taiwan, Bandara Udara Taoyuan Internasional pada hari Senin ini (23/3) dipadati dengan penumpang yang melakukan transit, para penumpang juga kuatir harga tiket yang jauh lebih mahal apabila tidak transit di Taiwan.
CECC mengumumkan, pandemi COVID-19 memicu penambahan kasus terinfeksi berasal dari warga yang kembali dari luar negeri, guna menghindari penyebaran virus melalui moda transportasi udara, maka mulai 24 Maret (hari Selasa) pukul 00.00 hingga 7 April mendatang, Taiwan menghentikan secara total untuk penumpang yang melakukan transit.
Berdasarkan informasi dari seorang staf maskapai penerbangan menyampaikan, selain pengumuman larangan ini, untuk Taiwan sendiri jarang ada penerbangan langsung, tambah lagi kekhawatiran penyebaran coronavirus di Amerika Serikat, banyak pelajar Taiwan asal Daratan Tiongkok hendak kembali ke negara asalnya, maka dalam beberapa hari terakhir ini penerbangan transit di Taiwan semakin bertambah, kondisi demikian mulai terjadi semenjak hari Rabu, Kamis, tampak penumpang yang mengenakan baju pelindung, masker mulut dan kacamata pelindung, tindakan pencegahan yang dilakukan semakin ketat.
Pelajar bermarga Du dari Los Angeles ke Shanghai transit di Taiwan menyampaikan, jika tidak transit di Taiwan akan berdampak besar, pembelian tiket transit di Taiwan lebih mudah didapat, durasi transit lebih pendek, harga tiket berkisar 6.000 RMB (setara dengan 26.000 NTD), untuk penerbangan langsung lebih dari 10.000 RMB (setara dengan 43.000 NTD), ditambah lagi saat ini Amerika Serkita memberlakukan pelajaran secara online, maka sebagian besar pelajar memilih pulang kampung.
Salah seorang pelajar yang bermarga Wang mengemukakan, merasa beruntung dapat transit di Taiwan, untuk penerbangan transit di Taiwan harga tiket tidak berbeda jauh dari sebelumnya, saat ini untuk harga tiket penerbangan langsung ke Daratan Tiongkok naik berkali lipat atau dibatalkan, apabila di masa mendatang tidak ada transit di Taiwan, maka berkemungkinan mencari alternatif transit ke negara lain untuk pulang kampung. Namun ada hampir separuh pelajar memilih tinggal di Amerika Serikat dan melakukan isolasi sendiri di rumah, dikarenakan naik pesawat dalam ruangan tertutup juga berisiko tinggi.
Pelajar bermarga Chow dari Kanada transit di Taiwan mengatakan, hanya kebetulan mendapat pesawat transit di Taiwan, dia beranggapan jika tidak dapat transit di Taiwanm masih ada alternatif lainnya seperti penerbangan langsung atau transit Hongkong, beranggapan dampak ini tidak berpengaruh banyak karena tidak sedikit maskapai penerbangan menambah rute penerbangan langsung.