History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Financial Times: London Paling Cepat Isolasi Kota Tanggal 20 Maret

  • 21 March, 2020
  • 曾秀情
Financial Times: London Paling Cepat Isolasi Kota Tanggal 20 Maret
Financial Times: London Paling Cepat Isolasi Kota Tanggal 20 Maret

(Taiwan, ROC) – COVID-19 yang kini tengah merebak di kota London, ternyata penyebarannya lebih cepat dibandingkan dengan kota lainnya di negara Inggris. Media Financial Times melansir sebuah pernyataan dari salah satu pejabat setempat dan memberitakan bahwa kota London paling cepat akan melakukan isolasi kota pada tanggal 20 Maret, namun hal ini tentu tidak akan membatasi warga yang hendak meninggalkan kota.

Adapun kasus meninggal akibat COVID-19 yang terjadi di Inggris adalah sebanyak 104 orang, dengan total jumlah kasus positif terinfeksi sebanyak 2.626 orang. Perdana Menteri Boris Johnson pada hari Rabu malam tanggal 18 Maret waktu setempat mengumumkan bahwa per tanggal 20 Maret, semua sekolah akan dihentikan kegiatannya, hal ini dikarenakan proses penyebaran epidemi di London jauh lebih cepat dibandingkan dengan kota lainnya, dimana kini telah tercatat sebanyak 900 orang yang positif terinfeksi dan telah mengakibatkan 34 orang meninggal dunia.

Media Financial Times mengungkapkan bahwa kawasan Downing Street membantah jika kota London akan menggunakan langkah pembatasan yang lebih ketat. Salah satu pejabat setempat menjelaskan apapun langkah yang akan diambil oleh pemerintah, yang dapat dipastikan adalah tidak mungkin melarang warga melakukan perpindahan atau meninggalkan kota London.

Pejabat Inggris menjamin jika pihak pemerintah tidak pernah akan memberlakukan pembatasan yang ketat bagi mereka yang hendak meninggalkan kota London sebelum isolasi kota diberlakukan, terlebih-lebih jika virus tidak saja menyebar di kota London semata, namun akan terjadi dimana saja. Hal yang sama juga sempat terjadi di kawasan Lombardy saat diberlakukannya isolasi kota.

Guna dapat memperlambat kondisi penyebaran epidemi setempat, maka kereta bawah tanah yang ada di London, pada hari Kamis tanggal 19 Maret waktu setempat telah menutup 40 stasiun yang ada, dan mulai mempersiapkan berbagai antisipasi pembatasan terkait penanganan pencegahan COVID-19.

        Media Daily Mail membeberkan jika Departemen Transport for London pada hari yang sama telah menutup 9 stasiun kereta bawah tanah, dan 31 stasiun lainnya juga akan ditutup pengoperasiannya secara bertahap. Walikota London, Sadiq Khan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas bepergian ke luar rumah, kecuali jika benar-benar sangat diperlukan.

Selain hal tersebut, banyak pegawai di kota London yang tidak dapat melakukan tugas pekerjaan dari rumah, tentu saja masih tetap akan membutuhkan sarana transportasi umum, termasuk juga para pegawai yang bekerja di sektor medis kesehatan dan supermarket. Kondisi terlihat masih banyaknya warga yang berdesakkan di dalam gerbong kereta maupun bus umum, karena adanya pengurangan jam kerja di kantor masing-masing, yang mana hal ini tentu tidak sesuai dengan harapan pemerintah yang terus mengimbau dapat melakukan pembatasan jarak yang aman saat berada di dalam kerumuman atau keramaian.

Pihak jawatan transportasi setempat menjelaskan bahwa jam pelayanan kereta bawah tanah pada malam hari telah dihentikan, termasuk juga pelayanan yang diberikan oleh bus umum.

PM Boris Johnson pada tanggal 18 Maret saat menggelar jumpa pers terkait masalah COVID-19 dan penanganannya, menyebutkan jika pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil langkah yang lebih efektif dan cepat dalam menghadapi penyebaran virus korona tersebut.

Komentar

Terbarumore