(Taiwan, ROC) – Pandemi COVID-19 yang merebak luas ke seluruh dunia, wisatawan yang kembali pulang ke Taiwan semakin bertambah banyak, membuat banyak orang yang mengkhawatirkan hal ini akan menambah beban bagi pencegahan epidemi Taiwan. Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Jumat (20/3) menyampaikan, menyambut warga Taiwan kembali pulang, tetapi memohon pada mereka yang pulang harus ketat mengikuti peraturan pemerintah dengan demikian baru tidak menambah beban pekerjaan petugas pencegahan pandemi.
Su Tseng-chang mengatakan, warga Taiwan pasti tidak merasakan kebaikan Taiwan seperti ini, pandemi tengah memuncak di luar negeri bahkan banyak negara yang mengisolasi kota, isolasi jalan dan meminta warga setempat tidak berpindah, toko tidak bisa beroperasi, tidak dapat membeli barang, rumah sakit dan medis juga tidak dapat memenuhi kebutuhan, bertolak belakang dengan Taiwan yang tidak saja dapat mengendalikan epidemi, persiapan terkait sangat memadai, melakukan berbagai tindakan untuk menjaga dan menjamin warganya.
Su Tseng-chang menyampaikan, banyak warga Taiwan dan pelajar Taiwan yang berada di luar negeri harus menghadapi situasi seperti ini dapat benar-benar merasakan kebaikan Taiwan, untuk itu mereka ingin kembali ke Taiwan, kami tidak saja menyambut mereka bahkan juga menjaga mereka, tetapi berhubung pulang dari negara yang terjangkit jadi Su Tseng-chang memohon agar mereka yang kembali pulang harus ketat terhadap diri sendiri, mengikuti peraturan pemerintah, jangan sampai menambah beban dan tekanan tugas pencegahan epidemi, agar masyarakat aman, merasakan kebaikan Taiwan.
Selain itu, Presiden Tsai kemarin menyampaikan, dampak dari hantaman paling besar kali ini pada bidang pariwisata dan transportasi, terlebih untuk perusahaan penerbangan, untuk itu akan dikeluarkan program subsidi sekitar 10 milyar untuk membantu mereka dapat melewati masa sulit ini.