(Taiwan, ROC) -- Wabah COVID-19 Taiwan kembali mencatat rekor jumlah terdiagnosis per satu harinya, Pusat Komando Epidemi (CECC) tanggal 20 Maret sore mengumumkan penambahan baru terdiagnosis sebanyak 27 kasus yang mana 24 diantaranya berasal dari luar yang dibawa masuk ke Taiwan sedangkan 3 lainnya paparan dari dalam negeri, hal ini memperlihatkan tantangan bagi garis pertahanan pencegahan pandemi di bandara internasional.
Ketua CECC yang sekaligus adalah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Chen Shih-chung mengemukakan, gelombang penambahan masuk virus korona ini kebanyakan berasal dari Eropa, Amerika, Mesir, Turki dan negara-negara lainnya, ada 8 orang yang memiliki riwayat perjalanan wisata ke beberapa negara. Chen Shih-chung mengatakan, “Negara wisata banyak seperti Amerika, Kanada, Perancis dan lainnya, ada 12 orang yang berwisata ke negara-negara di benua Eropa, 6 orang ke Amerika, 1 orang ke Kanada, 3 orang ke Asia Tengah dan 2 orang ke benua Asia.”
Sementara 3 kasus terinfeksi yang tidak ke luar negeri yaitu kasus ke-130, ke-124 dan ke-134, seorang pria berusia 30 an yang tidak memiliki riwayat keluar negeri, dikhawatirkan kasus ini ada kaitannya dengan rekan kerja sang pasien yang beru pulang dari Amerika Serikat; kasus lainnya juga ada keluarga yang baru pulang dari Yunani yaitu teman kelas SMA kasus ke-59, pada kelas ini sudah ada 3 orang yang tertular hingga saat ini; yang terakhir pernah berinteraksi dengan orang-orang yang pernah ke Eropa dan Daratan Tiongkok, pihak CECC tengah melacak bagaimana bisa sampai tertular.
Dari 135 kasus terdiagnosis, ada 102 kasus yang terbawa dari luar masuk ke Taiwan dan 33 kasus terinfeksi dari dalam negeri (tidak ada riwayat perjalanan keluar negeri), tetapi CECC tanggal 20 Maret juga mengumumkan 1 kasus kematian jadi total kasus kematian COVID-19 di Taiwan ada 2, penambahan adalah kasus ke 27 seorang warga berusia 80 tahun dari wilayah utara Taiwan. Ketua tim pakar CECC, Chang Shan-chwen menyampaikan, ada beberapa kemungkinan percobaan obat yang digunakan, tetapi karena kegagalan akibat septicemia sehingga pasien meninggal.
Meskipun jumlah kasus terus meningkat, tetapi Chen Shih-chung menyampaikan, penambahan baru 79 kasus dari luar dan 6 kasus dalam negeri sejak tanggal 14 hingga hari ini (20/3) 2 diantaranya masih harus dilacak sumber tertularnya, dengan demikian maka masih terhitung sebagai infeksi komunitas sporadis, yang terpenting saat ini adalah warga yang kembali pulang ke Taiwan harus benar-benar memanajemen diri, harus dengan ketat dan benar dalam mematuhi peraturan pencegahan epidemi.