(Taiwan, ROC) --- Akhir-akhir ini, kawasan perbelanjaan di Taiwan didatangi oleh para warga yang hendak memborong barang keperluan sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada tanggal 20 Maret 2020 menyampaikan, di tengah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 saat ini, mengakibatkan arus para warga yang ingin menimbun barang sehari-hari kian bertambah. Hal ini juga diperparah dengan pemberitaan media asing yang mewartakan kondisi penyebuan warga di beberapa lokasi perbelanjaan setempat. Perdana Menteri menyampaikan, situasi di dalam negeri masih sangat kondusif, mengingat langkah pengendalian epidemi yang diterapkan pemerintah Taiwan telah tepat sasaran. Apalagi Taiwan merupakan negara perindustian dan penghasil buah-buahan yang memiliki daya produksi yang maksimal, serta dapat mencukupi kebutuhan nasional. Beliau juga mengimbau para warga untuk tidak menimbun barang-barang seperti tisu, karena Taiwan mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Su Tseng-chang mengemukakan, saat ini mayoritas warga Taiwan lebih memilih untuk memasak sendiri di rumah, ketimbang berbelanja di luar. Hal ini merupakan kabar positif, yang mana dapat meningkatkan daya pembelian terhadap komoditas pertanian lokal.
Su Tseng-chang mengatakan, “Diimbau kepada warga luas untuk tidak meneruskan kabar-kabar tidak benar. Dan jangan sekali-kali terlintas untuk menimbun barang. Jika melanggar, maka akan dikenakan sanksi hukuman. Saya pribadi telah meminta instansi terkait, jika ada pihak yang sengaja menyebarkan informasi palsu atau menimbun barang kemudian menjualnya dengan harga yang tinggi, akan kami tindak lanjuti dengan pemberian sanksi yang maksimal. Diimbau kepada seluruh warga untuk menaatinya.” 200320-04
Saat ini, pihak luar juga mengajukan permintaan untuk meningkatkan nominal subsidi “Voucher Belanja” yang tengah dicanangkan oleh pemerintah Taiwan. Mereka juga mengimbau agar instansi terkait melonggarkan ketentuan dan pembatasan yang menyertai pemberian voucer tersebut. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri menyampaikan, langkah penanggulangan epidemi di Taiwan telah dikerahkan semaksimal mungkin. Sebelum anggaran khusus tersebut diloloskan, pemerintah sebelumnya juga telah mengupayakan langkah pencegahan. Nominal yang ditetapkan, juga telah disusun berdasarkan prosedur yang ada. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) juga meminta Yuan Legislatif untuk menambah jumlah subsidi. Menanggapi hal tersebut, Su Tseng-chang menjelaskan akan segera mengganggarkan dana khusus, di luar nilai subsidi senilai NT$ 60 miliar.
Kementerian Ekonomi dan Kementerian Kebudayaan juga telah mempromosikan pemberian subsidi berupa voucer belanja, dengan anggaran mencapai NT$ 2,3 miliar. Pada tanggal 12 Maret 2020, anggota legislator Kung Ming-hsin (龔明鑫) menyampaikan, pemberian voucer ini akan diberikan untuk merevitalisasi sektor penginapan dan kawasan bisnis lainnya. Untuk penginapan akan disediakan voucer belanja sebesar NT$ 800 per kamar. Sedangkan nominal voucer belanja untuk sektor pasar malam, kawasan bisnis, restoran dan kegiatan kesenian, akan berjumlah NT$ 200. Voucer-voucer belanja tersebut nantinya dapat dipergunakan di seluruh kawasan di Taiwan.