(Taiwan, ROC) - Dua minggu ke depan adalah waktu krusial dalam pencegahan pandemi Covid-19 tahap dua, Taiwan harus menjaga baik agar perjangkitan yang mayoritas berasal dari warga yang kembali dari Eropa dan Amerika ini tidak menyebar luas.
Demikian ditegaskan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam rapat membahas pencegahan dan penanganan penyebaran pandemi di Yuan Eksekutif, Kamis, 19 Maret.
Su mengemukakan, pencegahan pandemi tahap pertama sepanjang tiga bulan di Taiwan membuahkan hasil menonjol yang membuat Taiwan menjadi contoh teladan banyak negara, tapi kini harus lebih berhati-hati dalam menghadapi gelombang perjangkitan tahap dua.
Menurut Su, serangkaian kebijakan yang diadopsi dalam beberapa hari silam bertujuan mencegah penyebaran dari Eropa dan Amerika yang kondisinya semakin gawat, termasuk memberlakukan larangan masuk Taiwan bagi warga asing kecuali yang memiliki izin khusus, dan mengharuskan semua warga yang kembali dari luar negeri untuk menjalani karantina rumah 14 hari.
Kebijakan ini membutuhkan pengawalan ketat gerbang perbatasan negara seperti bandara dan pelabuhan, maka Su meminta petugas di garis terdepan ini untuk berusaha sekerasnya mengawal keamanan nasional.
Sementara itu, perihal berbagai kebijakan pemberian bantuan bagi pihak-pihak yang terdampak pandemi, Perdana Menteri menginstruksikan lembaga bersangkutan untuk mengadopsi sikap “lebih longgar, lebih cepat, lebih memudahkan,” baik dalam aplikasi, pemrosesan maupun pemberian subsidi dan kompensasi.
Menurut informasi terbaru yang dirilis Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), kasus positif Covid-19 bertambah delapan kasus pada hari Kamis menjadi 108 kasus. Di antaranya, 30 adalah kasus penularan lokal dan 78 penularan dari luar negeri. Kasus meninggal tetap dipertahankan pada satu orang.
Sementara secara global, kasus Covid-19 mencatat 210.417 di 149 negara atau wilayah. Tiongkok mencatat kasus terbanyak dengan 80.928 kasus, disusul Italia dengan 35.731 kasus, Iran 17.361, Spanyol 13.716 dan Prancis 9.134. Kasus meninggal berjumlah 8.811 orang. Daratan Tiongkok terbanyak dengan 3.245 kasus, Italia 2.978, Iran 1.135, Spanyol 598 dan Prancis 244.