(Taiwan, ROC) – Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire pada hari Selasa tanggal 17 Maret menyampaikan bahwa pemerintah Prancis akan menganggarkan dana subsidi sebesar EU 45 milyar atau setara dengan US$ 50,22 milyar, yang akan dipergunakan untuk bantuan dana pembangunan ekonomi, khususnya dlam hal memberikan bantuan kepada pelaku usaha UMKM dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan merosotnya pertumbuhan ekonomi secara global.
Bruno Le Maire pada bulan lalu memprediksi bahwa pandemi COVID-19 ini akan mengakibatkan penurunan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 0,1%, namun karena kondisi pandemi yang terus mengganas, dirinya merubah prediksinya menjadi 1%.
Sehubungan dengan dana bantuan yang akan diberikan kepada pelaku usaha, Bruno Le Maire menjelaskan bahwa pemerintah tidak berharap pelaku usaha UMKM bangkrut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin tanggal 16 Maret menyampaikan bahwa pemerintah Prancis akan menyediakan dana jaminan kredit sebesar EU 300 milyar atau setara dengan US$ 335 milyar, agar para pelaku usaha dapat melewati masa krisis akibat serangan pandemic COVID-19.
Kondisi pandemi COVID-19 mengoyak berbagai negara di dunia, dengan jumlah kasus positif terinfeksi kini telah mencapai lebih dari 181 ribu orang dan kasus meninggal mencatat lebih dari 7.100 orang.
Kondisi pandemi COVID-19 di Eropa semakin mengganas, khususnya Italia yang kini telah terdapat sebanyak lebih dari 27 ribu kasus positif terinfeksi, dengan kasus meninggal lebih dari 2.100 orang, dan tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus positif terinfeksi dan kasus meninggal terbanyak nomor dua di dunia setelah Daratan Tiongkok.
Adapun jumlah kasus positif terinfeksi di Prancis, kini telah mencatat angka lebih dari 6.600 orang, dengan kasus meninggal lebih dari 140 orang, sehingga jika dibandingkan dengan prediksi penurunan ekonomi 0,1% yang diumumkan pada bulan lalu, maka akan dapat terlihat bahwa situasi kini semakin gawat.