History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: Akan Berupaya Sekeras Mungkin untuk Memulangkan Grup Wisata Taiwan yang Terjebak di Maroko dan Peru

  • 17 March, 2020
  • 尤繼富
MOFA: Akan Berupaya Sekeras Mungkin untuk Memulangkan Grup Wisata Taiwan yang Terjebak di Maroko dan Peru
MOFA: Akan Berupaya Sekeras Mungkin untuk Memulangkan Grup Wisata Taiwan yang Terjebak di Maroko dan Peru

(Taiwan, ROC) --- Di tengah meluasnya pandemi COVID-19, beberapa grup wisata Taiwan dikabarkan terjebak di Maroko dan Peru. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan, kelima kelompok wisata yang berada di Maroko, hingga saat ini belum meninggalkan kawasan setempat. Sedangkan di Peru, masih terdapat 40 warga Taiwan lainnya. MOFA akan terus mengupayakan berbagai solusi untuk memulangkan mereka.

Wabah pneumonia COVID-19 terus merebak hingga ke berbagai belahan di dunia, banyak negara juga telah memberlakukan pengontrolan akses keluar masuk mereka. Juru bicara MOFA, Ou Jiang-an (歐江安), menyampaikan, pada tanggal 14 Maret 2020, pemerintah Maroko telah mengumumkan untuk menangguhkan sementara 25 jadwal penerbangan dari Eropa dan Timur Tengah. Kemudian, pada tanggal 15 Maret 2020, otoritas Maroko kembali meningkatkan kontrol mereka, yakni dengan membatalkan seluruh jalur penerbangan internasional. Hal tersebut telah berdampak pada 8 grup wisata Taiwan, yang masih berada di sana. Diperkirakan ada sekitar 132 warga Taiwan yang tidak dapat kembali ke Taiwan, meski telah memiliki tiket pesawat terbang.

Ou Jiang-an menyampaikan, MOFA telah memberikan instruksi kepada perwakilan mereka yang berada di Prancis dan Dubai, saat menerima pemberitahuan tersebut. Kantor Perwakilan ROC di Prancis dan Dubai telah menghubungi tour leader dan memastikan keamanan seluruh warga Taiwan. Selain itu, mereka juga terus berupaya untuk melangsungkan negosiasi dengan pihak maskapai penerbangan.

Ou Jiang-an melanjutkan, sebelumnya pihak penyedia perjalanan wisata telah berhasil memesan ulang tiket penerbangan bagi 3 grup wisata untuk kembali ke Taiwan. Hingga saat ini, masih ada 5 kelompok wisata yang belum terbang ke Taiwan. MOFA juga telah menghubungi penyedia perusahaan penyedia jasa perjalanan bersangkutan, dan menginformasikan keputusan baru dari otoritas Maroko untuk menutup jalur penerbangan internasional. MOFA juga telah meminta kepada  perwakilan mereka di luar negeri, untuk melangsungkan negosiasi dengan pihak instansi terkait dan maskapai penerbangan, guna mencari jalan keluar yang layak.

Di samping itu, Ou Jiang-an juga menyampaikan bahwa pemerintah Peru telah memberlakukan situasi darurat nasional pada tanggal 15 Maret 2020 silam. Larangan ini mulai berlaku semenjak tanggal 16 Maret 2020 pukul 00:00 waktu setempat. Otoritas setempat juga mengumumkan untuk memberhentikan seluruh aktivitas pekerja dan mengimbau para warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka. Di saat yang sama, Peru juga telah menutup seluruh akses keluar masuk di kawasan perbatasan, meliputi jalur darat, laut dan udara. Akibat larangan tersebut, 2 grup wisata asal Taiwan tidak dapat keluar dan terbang kembali ke Taiwan. Masing-masing 1 kelompok wisata yang berada di Ibukota Lima, berjumlah 26 orang dan 1 grup wisata yang berada di Cusco, berjumlah 14 orang.

Ou Jiang-an melanjutkan, MOFA telah menerima laporan dari pengusaha penyedia jasa perjalanan dan sudah menghubungi Kantor Perwakilan ROC di Peru, guna memastikan keamanan seluruh warga Taiwan yang masih berada di sana. Hingga saat ini, kondisi mereka berada dalam kondisi aman, dan telah beristirahat di salah satu penginapan. Kantor Perwakilan ROC di Peru juga akan terus melangsungkan berbagai langkah, untuk segera memulangkan warga Taiwan dari Peru.

Komentar

Terbarumore