(Taiwan, ROC) - Biro Pengendalian Obat-obatan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan hari Jumat (13/3) menyampaikan, meskipun 30 – 40% bahan pembuatan obat di Taiwan berasal dari Daratan Tiongkok, tetapi sejak sebelum tahun baru imlek sudah berencana untuk mengantisipasi masalah ini, persedian bahan obat yang ada di dalam negeri saat ini dapat mencukupi kebutuhan sekitar 6 bulan, jadi Taiwan tidak akan menghadapi masalah kekurangan obat untuk jangka pendek ini. Namun mempertimbangkan perubahan global yang terjadi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) juga memiliki langkah-langkah darurat seperti inventarisasi bahan baku yang mungkin berpengaruh dan mendorong industri obat untuk mencari sumber alternative, mempercepat peninjauan aplikasi terkait sumber bahan baku obat, memberikan bantuan subsidi dan lainnya.
Tidak saja Badan POM, juga bekerja sama dengan apoteker. Juru bicara Serikat Apoteker, Huang Yan-ru menyampaikan, meskipun untuk jangka panjang tidak ada masalah kekurangan obat, tetapi begitu ada krisis kekurangan obat pemerintah juga memiliki pedoman professional tentang obat pengganti bagi apoteker, mengimbau agar masyarakat tidak khawatir.
Namun, Huang Yan-ru mengemukakan, di bawah kekhawatiran kekurangan obat global, banyak lembaga medis mempersiapkan simpanan obat lebih banyak, ini akan mempengaruhi persediaan apotek yang ada, ia menyarankan selama setengah tahun ini apotek-apotek yang ada harus menggunakan platform “laporan kekurangan obat” setiap hari melaporkan situasi persediaan obat yang ada agar pemerintah dapat melakukan penyesuaian dan mengkoordinasi produksi dengan baik.