(Taiwan, ROC) - Mayoritas imigran baru di Taiwan merasa puas terhadap kondisi pekerjaan di Taiwan, sementara beberapa darinya menghadapi tantang seperti gaji yang rendah dan jam kerja yang panjang, demikian berdasarkan survei yang dirilis Rabu, 11 Maret, oleh Kementerian Dalam Negeri.
Jajak pendapat tersebut menemukan, 89,9% responden merasa puas terhadap lingkungan kerja secara keseluruhan di Taiwan, tapi 28,3% darinya mengeluh bahwa mereka harus menoleransi masalah seperti gaji yang rendah, jam kerja yang panjang, dan 17,7% pernah mendapatkan kesulitan akibat kurangnya kefasihan dalam berbahasa Tionghoa, diskriminasi xenofobia dan masalah dokumentasi.
Sementara itu, 15,9% lainnya tertarik untuk meluncurkan bisnis startup dan berharap pemerintah bisa menawarkan subsidi dan pelatihan dalam bidang bersangkutan.
Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Chiu Chang-yueh (邱昌嶽) yang mengumumkan survei tersebut dalam suatu acara pers, survei imigran baru tersebut pertama dilaksanakan pada 2003 dan sejak itu diadakan lima tahun sekali.