(Taiwan, ROC) – 361 warga Taiwan yang tengah menetap di Hubei, akhirnya dapat dijemput pulang ke Taiwan dalam gelombang penjemputan ke dua. Pada hari Selasa malam tanggal 10 Maret dan mendarat pada hari Rabu dini hari tanggal 11 Maret, dengan menumpangi 2 maskapai penerbangan, yakni China Airlines dan China Eastern Airlines. Usai melewati jalur pemeriksaan kesehatan, seluruh penumpang diwajibkan mengikuti masa karantina selama 14 hari di tempat karantina khusus, namun masih ada warga yang dikarenakan suhu tubuh tinggi, ditolak untuk naik ke dalam pesawat.
Sehubungan dengan epidemi COVID-19 yang terus merebak, pesawat carteran perdana telah tiba di Taiwan pada 3 Februari lalu, namun karena dalam daftar penumpang tidak ada penumpang yang dikategorikan kelompok yang rentan, proses boarding yang berantakan, bahkan ada penumpang yang diketahui positif terinfeksi, sehingga menyebabkan proses pemulangan berikutnya melamban. Setelah melalui proses negosiasi yang sengit untuk bisa mencapai sebuah kesepahaman, maka akhirnya pemulangan warga Taiwan dengan pesawat carteran tahap ke dua dapat dilakukan.
Merujuk kepada data informasi yang diterima oleh Bandara Taoyuan, jumlah total penumpang yang kembali dengan pesawat carteran tahap ke dua sebanyak 361 orang, yang terdiri dari 169 penumpang China Airlines dan 192 penumpang dengan China Eastern Airlines, dan angka yang dilaporkan tersebut sesuai dengan angka yang dimiliki oleh Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC.
Setelah seluruh penumpang turun dari pesawat, mereka kembali diperiksa suhu tubuh dan mengisi formulir pendataan kesehatan pribadi dan jejak rekam perjalanan yang mereka lakukan. Bagi yang memiliki gejala, segera diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya, sementara yang tidak memiliki gejala, masih harus tetap mengikuti masa karantina selama 14 hari. Namun untuk melindungi data individual, maka semua penumpang tidak melewati pintu gerbang bandara pada umumnya, melainkan langsung memasuki pintu khusus dan meninggalkan bandara, diantar ke lokasi karantina yang berbeda.