(Taiwan, ROC) --- Media melaporkan, wacana untuk mengeksekusi rencana pengiriman pesawat khusus, guna menjemput warga Taiwan yang hingga hari ini masih berada di Provinsi Hubei, akan digelar hari ini. Proses penjemputan gelombang kedua ini akan dilakukan oleh 2 maskapai penerbangan; yakni China Airlines dan China Eastern. Total warga Taiwan yang akan diterbangkan kali ini, diperkirakan akan berjumlah 400 orang. Pada tanggal 10 Maret 2020 pagi hari, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, pemerintah Taiwan akan berpegang teguh dengan 3 prinsip utama, guna memulangkan warga Taiwan dari Kota Wuhan.
Su Tseng-chang mengatakan, "Pemerintah akan bekerja sekeras mungkin untuk memulangkan warga Taiwan dari Kota Wuhan. Kami akan memprioritaskan warga kaum lemah, dan mengutamakan prosedur penanggulangan penyebaran epidemi. Otoritas kami akan terus melangsungkan komunikasi, untuk mencapai kesepakatan. Namun demikian, masih harus menunggu keputusan akhir. Terkait pengumuman selanjutnya, akan diumumkan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral. Kami akan memprioritaskan keamanan menyangkut kepulangan mereka ke Taiwan".
Saat menjawab pertanyaan dari anggota legislator Partai KMT, Chiang Chi-chen (江啟臣), Ketua Dewan Urusan Republik Rakyat Tiongkok MAC menyampaikan, saat ini diperkirakan akan ada 400 warga yang akan dijemput pulang. Saat ini juga tengah melakukan proses negosiasi. Sikap pemerintah saat ini adalah tetap berpegang teguh pada pendirian semula. Jika kepulangan mereka berhasil dilangsungkan, maka akan segera dicanangkan pengaturan kepulangan gelombang berikutnya.
Penerbangan pesawat khusus untuk menjemput warga Taiwan di Hubei, rencananya akan dijadwalkan hari ini. Media CNA menyampaikan, akan ada 2 maskapai penerbangan yang terlibat dalam proses pemulangan gelombang kedua kali ini, yakni China Airlines dan China Eastern, dengan total 400 warga Taiwan. Dua pesawat khusus tersebut, dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Taoyuan, pada Selasa (10/3) malam pukul 20:30 dan Rabu (11/3) pukul 00:30. Begitu kedua pesawat tersebut mendarat, maka akan segera dilakukan pemeriksaan di atas pesawat, sebelum dikirim ke pusat karantina.
CNA mewartakan, setelah melalui proses negosiasi yang panjang, akhirnya 2 maskapai penerbangan dipilih untuk memulangkan warga Taiwan dari Wuhan, masing-masing China Airlines dan Eastern China.