History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Produksi Masker Mulut MIT 10 Juta Lembar Per Hari, Presiden Tsai Apresiasi “Tim Produksi” Masker Mulut

  • 09 March, 2020
  • 鄭蕙玲
Produksi Masker Mulut MIT 10 Juta Lembar Per Hari, Presiden Tsai Apresiasi “Tim Produksi” Masker Mulut
Presiden Tsai Ing-wen meninjau pabrik Yiting produksi masker mulut

(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin ini (9/3) melakukan peninjauan di perusahaan Yiting produksi masker mulut, dalam kunjungan Presiden Tsai menyampaikan semenjak pencegahan epidemi, pemerintah mengadopsi pengontrolan distribusi masker mulut, termasuk ekspor ke luar negeri, penggunaan serta harga turut diawasi oleh pemerintah, pihak produsen Taiwan juga sangat kooperatif, bekerja siang malam memproduksi masker mulut, selain hasil kerja keras yang terlihat nyata, banyak negara juga menyoroti Taiwan sebagai panutan dalam pencegahan epidemi.

Presiden Tsai mengatakan, semua ini berkat pemerintah yang terlebih dahulu membuat perencanaan, mengambil tindakan secara dini, tahap pertama dengan 60 unit produksi masker mulut telah berhasil diluncurkan, tahap kedua 30 unit yang diprakirakan mesin diserahterima pada akhir bulan Maret. Masker mulut produksi Taiwan mencapai 10 juta lembar per hari, Presiden Tsai secara khusus mengapresiasi kepada tim nasional yang telah berkontribusi dalam pengadaan masker mulut.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Dalam satu pekan ini masker mulut produksi Taiwan atau MIT telah mencapai lebih dari 10 juta lembar, jika dihitung termasuk hari libur, rata-rata mencapai 9,2 juta per hari. Saya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada tim nasional pengadaan masker mulut, di tengah pencegahan epidemi ini menunjukkan kemampuan produksi yang potensial, semua bersatu, bekerja siang-malam, demi kebaikan Taiwan dan menjaga Taiwan.”

Presiden Tsai mengemukakan, kemampuan berproduksi yang potensial di tengah pencegahan epidemi, semakin banyak orang yang yakin dengan Taiwan adalah bagian yang tidak boleh terabaikan dalam pencegahan epidemi global.

Kemarin (8/3) Academia Sinica mengumumkan keberhasilan mengidentifikasi antibodi monoclonal protein virus SARS-CoV-2, yang dapat dijadikan sebagai perangkat utama untuk tes skrining, apabila produksi massal berhasil maka diharapkan waktu tes skrining COVID-19 semula 4 jam dapat diperpendek menjadi 15 menit saja. Kepala Academia Sinica, James C. Liao(廖俊智) pada hari Senin ini (9/3) dalam rapat komisi pendidikan Yuan Legislatif menyampaikan, sementara masih dalam tahap penelitian, sulit diberitahukan kapan masanya, secepat mungkin menghubungi produsen untuk memproduksi baru disampaikan ke FDA untuk diujicoba, setelah mendapat sertifikasi dari MOHW baru diedarkan.”

Ia menekankan, sangat sulit jika dijadwalkan pada tanggal 1 April, walaupun pada masa ini belum terpakai maka dapat dijadikan sebagai standar untuk masa mendatang.  

James C. Liao menjawab, “Pihak kami akan mengupayakan secepat mungkin, akan tetap masih dalam tahap pengerjaan, kami juga tidak dapat mengabaikan standar ketepatan, jika ada kesalahan maka dapat berakibat fatal.”

Dianggap sebagai obat yang bakal efektif menyembuhkan COVID-19, tim periset dari Academia Sinica telah menyintesa Remdesivir dengan kemurnian 99%, bagaimana perkembangannya sekarang? James C. Liao mengatakan, hak paten Remdesivir adalah milik perusahaan farmasi AS, sebelum mendapat ijin dari mereka, Taiwan tidak dapat memproduksi, namun Academia Sinica bersama AS sedang melakukan uji klinis, dijadwalkan hasil pengujian dapat diperoleh akhir bulan April, sementara ini belum dipakai dan dijadikan sebagai cadangan, dapat dikatakan jika di masa mendatang pandemi global benar-benar terjadi, maka Taiwan mampu memproduksi obat ini.

Berkaitan dengan vaksin, James C. Liao mengatakan, hingga saat ini belum ada vaksin di dunia, telah banyak tim periset domestik sedang mengkaji, sementara yang dilihat berkemungkinan besar adalah vaksin nano, namun saat ini masih dalam tahap pengujian laboratorium, selanjutnya masih perlu tahap sintesa baru diuji apakah sesuai dengan yang diharapkan, kemudian akan diuji ke tubuh tikus percobaan dan melihat apa reaksi virus serta reaksi imun, baru diuji ke tubuh manusia, setidaknya memerlukan waktu 18 bulan, masa jangka panjang 8-10 tahun, pengujian yang memerlukan waktu yang lama.

Komentar

Terbarumore