History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Kasus Positif Terinfeksi COVID-19 di Inggris Capai Ratusan Orang

  • 07 March, 2020
  • 譚雲福
Jumlah Kasus Positif Terinfeksi COVID-19 di Inggris Capai Ratusan Orang
Jumlah Kasus Positif Terinfeksi COVID-19 di Inggris Capai Ratusan Orang

        (Taiwan, ROC) – Jumlah kasus positif terinfeksi di Inggris kini terus bertambah pesat, hinga tanggal 5 Maret, jumlah kasus mencapai 116 orang, dan telah ada 1 kasus yang meninggal dunia. Namun dalam salah satu jajak pendapat terhadap sebanyak 1.618 petugas medis, sebanyak 99% yang berpendapat jika Badan Sistem Kesehatan Nasional Inggris atau National Health System (NHS) belum siap sedia dalam menghadapi epidemi kali ini.

        Sehubungan dengan jumlah pasien positif terinfeksi COVID-19 di Inggris yang terus bertambah, dan dalam kurun waktu 24 jam, telah bertambah sebanyak 30 kasus, dengan jumlah total kini mencapai 116 orang, yang mana angka ini telah mendobrak ratusan orang dan ada satu yang meninggal dunia.

        Media BBC Inggris memberitakan bahwa satu kasus yang meninggal dunia adalah seorang perempuan berusia 70 tahun, yang awalnya sempat keluar masuk rumah sakit karena penyakit lainnya, dan mendapatkan perawatan terakhir di Royal Berkshire Hospital di Reading, Inggris.

        Petugas medis Inggris Chris Whitty mengatakan jika merujuk kepada kasus perempuan yang tertular di dalam negeri ini, maka pihak yang berwenang akan mencari asal usul penyebaran penyakit yang ada.

        Meskipun kondisi epidemi terus mengganas, media The Guardian pada tanggal 2 Maret memberitakan bahwa saat melakukan jajak pendapat terhadap 1.618 orang pekerja medis dan kedokteran, ada sebanyak 99% yang beranggapan jika pihak medis dan kedokteran di Inggris belum siap menghadapi epidemi COVID-19 kali ini, dan hanya ada 8 orang yang menyatakan telah siap sedia.

        Dalam jajak pendapat disebutkan, meskipun Perdana Menteri Boris Johnson memastikan jika pihaknya dapat melakukan pengontrolan terhadap epidemi yang ada, akan tetapi banyak petugas di lapangan yang berpendapat jika NHS masih belum siap dalam menghadapi merebaknya epidemi kali ini. Mereka khawatir jika NHS kelak juga akan menghadapi tekanan yang sangat berat, khususnya masalah kekurangan kamar rawat di dalam negeri.

        Jajak pendapat ini dilakukan oleh British Medical Association, dan Kepala BMA Rinesh Parmar mengatakan, “Boris Johnson mengatakan bahwa dirinya yakin akan kemampuan pihak medis kedokteran dalam negeri dalam menghadapi COVID-19, tetapi dalam jajak pendapat yang kami lakukan, petugas di barisan pertama tidak merasa demikian.”

        Rinesh Parmar melanjutkan, “Sebenarnya kondisi pelayanan medis di dalam negeri sendiri sudah tidak mampu menahan tekanan yang ada, banyak petugas yang resah akan kondisi sistem yang dimiliki, terlebih-lebih tidak mampu menghadapi serangan COVID-19. Kini pihak Inggris memiliki kekurangan sebanyak 10 ribu dokter dan 43 ribu perawat, sementara tugas yang kini telah dimiliki oleh para petugas di lapangan sudah tidak mampu lagi menerima beban yang baru.”

        Ada perawat di NHS yang mengkhawatirkan jika pihak rumah sakit sendiri memiliki kekurangan masker mulut yang kini menjadi salah satu alat penting pencegahan. Sementara itu nomor telepon pelayanan khusus NHS kerap memberikan petunjuk bagi masyarakat untuk segera melakukan pengobatan ke rumah sakit, dan hal ini juga telah diimbau, bahwa dengan cara demikian maka berkemungkinan membuat COVID-19 lebih mudah merebak di dalam rumah sakit jika tidak diantisipasi dengan langkah yang tepat.

Komentar

Terbarumore