History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Serah Terima 60 Lini Mesin Manufaktur Masker Mulut

  • 06 March, 2020
  • 曾秀情
Serah Terima 60 Lini Mesin Manufaktur Masker Mulut
Presiden Tsai Ing-wen secara langsung juga menghadiri upacara serah terima mesin manufaktur masker mulut

(Taiwan, ROC) – Guna mengantisipasi semakin merebaknya COVID-19 yang menyebabkan kekurangan masker mulut di pasar dalam negeri, Kementrian Perekonomian menganggarkan NT$ 180 juta, dengan melakukan kolaborasi dengan indusri permesinan membuat mesin manufaktur masker mulut sebanyak 60 buah, dan tepat pada hari Kamis tanggal 5 Maret telah melakukan serah terima lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. Presiden Tsai Ing-wen secara langsung juga menghadiri upacara serah terima mesin manufaktur masker mulut tersebut, dan tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perekonomian Shen Rong-jin, Kepala Serikat Permesinan Hsu Wen-hsien yang mengepalai proses pembuatan mesin manufaktur masker mulut produk dalam negeri, dan sekaligus menegaskan bahwa hal ini tidak semata akan menggunakan nama “Made in Taiwan”, namun juga sekaligus menunjukkan bahwa dalam kondisi yang serba sulit seperti saat ini, Taiwan dapat bersatu padu bekerja sama menghadapi epidemi yang tengah merebak, dan inilah semangat yang dimiliki oleh Taiwan.

Dalam menghadapi masalah kekurangan masker mulut yang dihadapi oleh Taiwan, maka pemerintah sebelumnya telah memberlakukan pembatasan pembelian masker bagi seluruh warga yang ada di Taiwan. Guna meningkatkan produk masker mulut yang ada, Kementrian Perekonomian menganggarkan pembelian sebanyak 60 buah mesin manufaktur masker mulut, dimana sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sejarah. Pelaku usaha bidang permesinan juga telah mengerahkan ratusan teknisi untuk terjun bersama dalam proses pembuatan mesin tersebut. Berkat kerjasama dari berbagai pihak yang ada, maka proses pembuatan mesin yang semestinya baru dapat diselesaikan dalam kurun waktu setengah tahun, maka hal tersebut dapat segera terlaksana hanya membutuhkan waktu 25 hari, dan tepat pada hari Kamis tanggal 5 Maret juga telah menyerahkan mesin tersebut kepada pemerintah.

Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan ucapan terima kasih yang sangat mendalam kepada seluruh kalangan yang telah ikut serta bersama menyelesaikan tugas yang maha besar ini. Dalam akun facebooknya, Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa setiap kali saat Taiwan menghadapi masalah yang pelik, masyarakat Taiwan selalu senantiasa bersedia untuk meletakkan persaingan yang ada, lantas kemudian bahu membahu berkolaborasi, dan inilah yang disebut dengan semangat yang dimiliki oleh Taiwan. Dalam kondisi epidemi COVID-19 kali ini juga sama, para pelaku usaha bidang permesinan Taiwan, telah menghentikan sementara semua tugas yang ada, dan bersama-sama menyelesaikan tugas pembuatan mesin manufaktur masker mulut, dengan turut mengerahkan para teknisi yang unggul, berkolaborasi membentuk sebuah kelompok kerja yang sangat unggul, bersama dengan pemerintah memberantas penyakit.

Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa melalui tugas pencegahan penularan epidemi kali ini, kita juga hendak menunjukkan kepada dunia akan kemampuan Taiwan dalam hal antisipasi epidemi dan juga menunjukkan kekuatan negara. Sebagai seorang presiden, hal ini tentu telah menjadikan masyarakat Taiwan bangga akan apa yang dilakukan oleh Taiwan.

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan kelak di kedepannya, masker mulut yang kini telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, maka produksi masker dalam negeri harus diupayakan berada dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh pasar dalam negeri. Dengan produk “Made in Taiwan” ini, pemerintah bersama dengan seluruh masyarakat dapat memperkuat langkah antisipasi pencegahan merebaknya epidemi.

Dengan adanya 60 buah mesin manufaktur masker mulut ini, tentu turut membuktikan kemampuan akan Taiwan dalam bidang teknologi medis dan kedokteran. Namun tentu saja, masih banyak hal yang harus dilakukan di kedepannya dalam menghadapi COVID-19 yang kini terus mengoyak dunia.

Komentar

Terbarumore