(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen berterima kasih pada Kongres Amerika Serikat atas diloloskannya Undang-Undang Perlindungan dan Peningkatan Internasional Sekutu Taiwan (Taiwan Allies International Protection and Enhancement Initiative, disingkat TAIPEI) untuk mendukung kehadiran internasioal Taiwan dan mengokohkan hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan-Amerika.
Presiden Tsai mengatakan, “Hubungan Taiwan-Amerika tidak hanya suatu kemitraan bilateral, juga suatu kemitraan global. Dalam bidang keamanan negara, kami berterima kasih pada administrasi Presiden Donald Trump meneruskan penjualan senjata pada Taiwan. Taiwan juga akan terus mempromosikan kemandirian pertahanan nasional, agar bisa menjadi sekutu demokrasi kuat di kawasan Asia Pasifik.”
Menurut Tsai, setiap orang seharusnya menikmati hak kesehatan dan kebebasan berbicara, yakni nilai-nilai yang menjadi fondasi hubungan kemitraan antara Taiwan dan Amerika Serikat.
Di masa depan, lanjutnya, Taiwan akan meneruskan kerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara sependirian di kawasan Asia Pasifik, berkontribusi demi perdamaian, kestabilan dan pertumbuhan regional.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut ketika menemui Ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT) James Moriarty pada hari Kamis, 5 Maret. Moriarty, selaku ketua kantor perwakilan de-facto Amerika di Taiwan, sedang mengadakan kunjungan dari tanggal 1 hingga 7 Maret.
Dalam pertemuan di Kantor Kepresidenan itu, Moriarty pertama-tama mengucapkan selamat atas terpilih kembalinya Presiden Tsai untuk meneruskan jabatan dan berjanji bahwa Washington akan terus mendukung Taiwan berpartisipasi dalam organisasi internasional.
Moriarty mengatakan, “Selain menjalin kemitraan perdagangan dan strategis jangka panjang, hubungan Amerika-Taiwan telah meluas ke bidang teknologi dan hak asasi manusia, sama-sama berupaya menanggulangi ancaman perubahan iklim dan mempromosikan pertumbuhan global. Ini adalah suatu hubungan berjuang bersama, berkembang bersama. Dalam masa jabatan kedua Presiden Tsai, kami akan mendobel upaya untuk mengembangkan kehadiran internasional Taiwan, terutama pada saat dunia sedang menghadapi penyebaran epidemi Covid-19.”
Moriarty juga memuji upaya Taiwan dalam menanggulangi ancaman epidemi virus korona atau Covid-19, melukiskan bahwa kebijakan transparen dan berbasis pada bukti yang diadopsi Taiwan dalam hal ini telah menampilkan kekuatan sistem demokrasi.