History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bersiap Siaga Menjalankan Tugas dan Aktivitas dengan Sistem Pembagian Kelompok dan Bekerja di Luar Kantor

  • 04 March, 2020
  • 譚雲福
Bersiap Siaga Menjalankan Tugas dan Aktivitas dengan Sistem Pembagian Kelompok dan Bekerja di Luar Kantor
Bersiap Siaga Menjalankan Tugas dan Aktivitas dengan Sistem Pembagian Kelompok dan Bekerja di Luar Kantor

        (Taiwan, ROC) – Komisi Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari Rabu tanggal 4 Maret mengundang menteri dalam negeri, kepala NIA, kepala NPA, kepala NFA, kepala CGA dan MOHW untuk memberikan laporan dan diinterpelasi terkait langkah penanganan penyelidikan keimigrasian turis asing, program kunjungan langsung ke rumah warga dan langkah pengetatan pencegahan penularan epidemi oleh para petugas kepolisian dan regu penolong.

        Menteri Dalam Negeri Hsu Kuo-yung dalam laporannya menjelaskan bahwa Badan Urusan Sipil MOI sejak tanggal 24 Januari telah menyesuaikan instruksi dari Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), dengan merujuk kepada daftar orang yang diwajibkan untuk mengikuti program karantina mandiri dalam rumah yang diberikan dari CDC, kemudian memadukannya dengan Kantor Urusan Sipil dari masing-masing pemerintah kabupaten dan kota, kantor administrasi dusun, desa, kota dan kawasan, kepala desa dan dusun untuk memberikan pelayanan pengecekkan karantina mandiri yang ada. Sejak pihak MOHW membuka jalur pelayanan online sistem pelacakan pencegahan penularan per tanggal 22 Februari, maka setiap kantor urusan sipil masing-masing daerah dapat langsung mengetahui daftar nama orang yang tengah menjalani masa karantina mandiri di rumah, sekaligus memantau kondisi yang ada, guna meningkatkan tugas pencegahan penularan epidemi. Untuk saat ini, orang yang sempat melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, Itali dan Iran, yang menjadi target utama karantina mandiri di rumah, hingga tanggal 2 Maret jumlah keseluruhan mencatat sebanyak 36.599 orang. Bagi mereka yang kehilangan kontak selama masa karantina, pihak instansi kepolisian akan berupaya mencarinya, dan hingga tanggal 2 Maret, jumlah orang yang kini menjadi target pencarian oleh instansi kepolisian adalah sebanyak 667 orang dan diharapkan dapat segera ditemukan dalam waktu singkat.

        Hsu Kuo-yung memaparkan dewan keimigrasian nasional dan instansi kepolisian juga telah turut melakukan tugas pencegahan penularan epidemi di area perbatasan negara, dengan mengikuti petunjuk dari Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), maka setiap orang yang masuk atau keluar dari dan ke Taiwan, harus mengikuti pengecekan dan pelaporan. Sejak tanggal 23 Januari hingga 1 Maret, jumlah orang yang ditolak masuk ke Taiwan adalah sebanyak 638 orang, dan ada 42 orang yang belum menghabisi masa karantina selama 14 hari yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri. Oleh sebab itu, sehubungan dengan jejak rekam perjalanan yang diwajibkan dapat terdata, maka sistem e-gate diberhentikan terlebih dahulu.

        Berkenaan dengan kasus seorang PMA ilegal yang positif terinfeksi, Hsu Kuo-yung menyebutkan bahwa badan keimigrasian akan merujuk kepada CECC, dan akan tetap meningkatkan sosialisasi pencegahan bagi para pekerja migran asing. Adapun petugas yang hendak menjalankan tugasnya, maka telah dipersiapkan masker jenis N95, masker muka, sarung tangan, baju pelindung, topi pelindung, sepatu pelindung, total berjumlah 150 set dan juga pakaian pelindung lengkap sebanyak 25 buah yang akan dipergunakan oleh para petugas khusus. Pihak Kementrian Dalam Negeri juga akan melakukan kerjasama dengan pihak Kementrian Ketenagakerjaan, untuk dapat menaikkan materi bujukan yang lebih mendetail dan menarik agar dapat menyerahkan diri sendiri. PMA ilegal juga diminta dapat melakukan penyerahan diri sendiri.

Komentar

Terbarumore