(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan (MOL) melayangkan surat kepada Pemerintah Kota New Taipei, meminta untuk segera menyelidiki kasus ke-32 positif COVID-19, yakni seorang PMA (Pekerja Migran Asing) dengan status ilegal. Namun demikian, sikap MOL tersebut tidak sejalan dengan seruan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), Chen Shih-chung (陳時中), yang menyampaikan ketidaksetujuannya untuk menggeledah para PMA ilegal di tengah wabah COVID-19 saat ini. Menanggapi hal tersebut, Menteri MOL, Hsu Ming-chun (許銘春) menyampaikan, MOL hanya menjalankan prosedur dan rutinitas mereka. Beliau menambahkan akan menghormati keputusan dari pemerintah Kota New Taipei dan tidak ada maksud untuk menentang Menteri MOHW.
Baru-baru ini, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mengumumkan status dari kasus ke-32 yang telah positif terjangkit COVID-19, yakni seorang PMA perawat ilegal. Namun demikian, Ketua CDC yang juga menjabat Menteri MOHW, Chen Shih-chung menyerukan untuk tidak menggeledah para PMA ilegal di tengah wabah COVID-19 melanda. Seruan ini dilontarkannya karena mengingat jumlah antara tenaga perawat dengan pasien yang tidak seimbang. Namun demikian, MOL diketahui menyurati Pemerintah Kota New Taipei, yang meminta untuk segera menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam praktik PMA ilegal. Tindakan dari MOL dan MOHW yang tidak sejalan, mendatangkan tanda tanya dari banyak pihak.
Saat menghadiri rapat di Yuan Legislatif, Menteri MOL, Hsu Ming-chun menyampaikan, surat yang diterbitkan tersebut merupakan bagian dari prosedur administrasi rutin. MOL akan tetap menghargai seluruh keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Hsu Ming-chun mengatakan, "Sebelumnya, hal ini adalah wewenang pemerintah setempat. Kami hanya menerbitkan prosedur administrasi rutin. Namun demikian, kami akan tetap menghormati penanganan dari Pemerintah Kota New Taipei. Yang ingin kami laksanakan adalah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perekrutan PMA ilegal tersebut. Dan tidak ada maksud kami untuk menentang Menteri MOHW".
Menanggapi cara penanganan yang tidak sejalan antar MOHW dengan MOL, Chen Shih-chung hanya menjawab, ini hanya-lah persoalan waktu yang berbeda saja.
Terkait dengan pertanyaan media akan kemungkinan menjadi kandidat prioritas menjabat Perdana Menteri berikutnya, Chen Shih-chung menyampaikan, hingga hari ini ia belum pernah mendengar kabar tersebut.