History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Rangkuman PMA/COVID-19: Pengerebekan Skala Besar Terhadap MA ilegal, Akibatkan PMA Ilegal Tidak Berani Menyerahkan Diri

  • 03 March, 2020
  • 曾秀情
Rangkuman PMA/COVID-19: Pengerebekan Skala Besar Terhadap MA ilegal, Akibatkan PMA Ilegal Tidak Berani Menyerahkan Diri
Kementerian Ketenagakerjaan

(Taiwan, ROC) Berkenaan dengan adanya satu PMA di Taiwan yang diketahui positif terinfeksi, maka wajar saja jika khalayak umum semakin khawatir jika kondisi demikian bisa menyebabkan tugas pencegahan mengalami kebocoran. Ada pihak yang memprediksi, jika dengan dilakukan pemeriksaan dengan tegas, maka berkemungkinan menjadikan PMA yang ilegal menjadi takut untuk ke luar rumah.

Untuk hal ini, pihak Kementrian Ketenagakerjaan pada hari Jumat tanggal 28 Februari menyebutkan jika Dewan Keimigrasian Nasional pada tahun lalu sempat membuka sebuah kegiatan yang bertajuk “Program perluasan penyerahan PMA ilegal mandiri”, yang juga telah membuahkan hasil yang sangat positif. Kini tengah mempertimbangkan untuk menggerakkan kembali program tersebut, dan diharapkan para PMA yang tengah berkeliaran di luar, dapat segera menyerahkan diri kepada instansi yang berwajib.

Selain itu, Wakil Dirjen Badan Pengembangan Ketenagakerjaan MOL, Tsai Meng-liang pada hari Kamis tanggal 28 Februari saat berkunjung ke Pusat Komando Epidemi Sentral “CECC”, menyampaikan jika program pemutihan kasus PMA ilegal pada tahun lalu, menciptakan hasil yang sangat baik. Untuk MOL juga akan terus melakukan komunikasi pembahasan lintas instansi yang lebih mendetail, agar dapat membuka kembali program tersebut.

Tsai Meng-liang mengatakan, “Di sini, kami juga sangat khawatir dengan kondisi demikian, maka akan membuat mereka tidak berani untuk ke luar rumah. Tahun lalu pihak Dewan Keimigrasian menggelar program penyerahan mandiri, memberikan dana bujukan (balasan), menyadarkan mereka untuk dapat menyerahkan diri. Bagi mereka yang hendak menyerahkan diri, kami juga akan berupaya semaksimal mungkin membantu percepatan prosedur, agara mereka dapat segera kembali ke kampung halaman, Untuk hal ini, pihak MOL akan terus melakukan pembahasan dengan pihak Dewan Keimigrasian yang ada.”

Tsai Meng-liang memaparkan program sebelumnya meliputi upaya PMA ilegal tidak perlu harus masuk ke dalam tempat tahanan, menurunkan biaya pelanggaran keimigrasian dari awalnya NT$ 10 ribu menjadi NT$ 1.000, memperpendek masa tunggu waktu kepulangan atau bahkan membantu menyelesaikan kasus hutang piutang yang dimiliki oleh PMA terkait. Berdasarkan informasi yang didapatkan, saat itu terdapat sebanyak 17.092 orang yang menyerahkan diri, dengan 8.875 orang di antaranya didapati melakukan pelaporan setelah dicari oleh petugas. Tsai Meng-liang menyebutkan, berdasarkan data statistik yang dimiliki oleh MOL, kini jumlah pekerja migran asing di Taiwan sebanyak lebih dari 718 ribu orang, ada sebanyak lebih dari 48 ribu PMA yang kehilangan kontak atau ilegal. Untungnya, angka ini ada sedikit mengalami penurunan dibandingkan masa sebelumnya.

Komentar

Terbarumore