(Taiwan, ROC) – Wakil Ketua Komisi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Prancis, Joel Guerriau dan senator Olivier Cadid, dalam rapat interpelasi, meminta Kementrian Luar Negeri agar dapat memberitahukan kepada WHO, jika sikap WHO yang menolak Taiwan, maka akan menjadi kerugian bagi Taiwan, Prancis dan dunia internasional, dan sekaligus menyampaikan jika kondisi konyol seperti demikian, tidak dapat terus menerus dianggap sepele.
Merujuk kepada laporan mingguan senat Prancis yang dirilis pada hari Kamis tanggal 27 Februari waktu setempat, Joel Guerriau, senator dari Aliansi Demokrasi dan Kemerdekaan atau UDI, dalam interpelasi tertulisnya yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri menyebutkan bahwa Taiwan adalah salah satu dari sekian banyaknya negara yang memiliki sistem kartu asuransi kesehatan, dan negara ini ditekan dipolitisasi oleh Tiongkok sehingga tidak dapat bergabung masuk ke dalam WHO.
Joel Guerriau menjelaskan sejak epidemi COVID-19 merebak, Taiwan tidak pernah sekalipun ragu untuk mengangkat tangan bagi dunia internasional serta menyatakan keinginan untuk bias memberikan bantuan pertolongan kepada yang lainnya. Namun sekali lagi, sama sekali tidak diundang dalam kegiatan apapun terkait pembahasan epidemi dalam forum internasional, yang lebih konyol lagi adalah jumlah pasien yang ada di Taiwan bahkan dihitung masuk ke dalam jumlah pasien Daratan Tiongkok.
Joel Guerriau mengatakan, “Saya tidak bisa membiarkan kondisi konyol yang terjadi pada Taiwan terus berlanjut”. Joel Guerriau mengatakan guna dapat memblokir wabah yang terus merebak, maka menggalang kerjasama dengan setiap negara yang ada menjadi kunci utama pengentasan masalah. Jika keunggulan teknologi medis yang dimiliki oleh Taiwan dapat masuk ke WHO, maka hal ini akan sangat bermanfaat bagi seluruh manusia di dunia. Joel Guerriau juga memaparkan jika Taiwan dapat bergabung dengan WHO, maka seluruh warga negara Prancis barulah bisa menikmati perlindungan kesehatan berpayung hukum WHO.
Masih berasal dari aliansi politik yang sama, senator Olivier Cadic menuliskan di akun Facebooknya bahwa jika Taiwan dapat ikut masuk dalam pembahasan epidemi internasional, tentu akan dapat menjamin keuntungan yang diharapkan oleh Prancis, sekaligus bisa turut memberikan perlindungan bagi warga Prancis yang ada di luar negeri.
Olivier Cadid menyebutkan Taiwan yang memiliki letak geografis dekat dengan Daratan Tiongkok, malah justru menjadi negara berpengaruh untuk mudah menghancurkan epidemi. Akan tetapi, Taiwan malah justri dimarginalisasikan dari rapat pembahasan epidemi internasional. Pihak WHO malah memasukkan jumlah korban COVID-19 di Taiwan, ke dalam jumlah kasus Daratan Tiongkok. Langkah ini akan menyebabkan sebagian negara melarang orang Taiwan untuk masuk ke negaranya, sekaligus memberikan dampak pengaruh yang buruk bagi warga Prancis yang tengah berada di Taiwan.
Olivier Cadic melanjutkan guna turut melindungi ribuan warga Prancis yang kini brada di Taiwan, menjamin kebebasan dalam mobilisasi kesehariannya, pihak Prancis semakin harus memberikan dukungan bagi Taiwan untuk bergabung dalam WHO.