(Taiwan, ROC) Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Vern, pada tanggal 27 Februari waktu setempat menyampaikan kondisi di Prancis, dalam satu hari ditemukan sebanyak 20 an kasus baru yang positif terinfeksi COVID-19, sehingga total jumlah kasus di Prancis naik menjadi 38 orang. Mayoritas kasus didapati karena sang pasien sempat mengikuti kegiatan perkumpulan massal. Kawasan yang paling parah saat ini adalah di provinsi Oise, yang mana sumber awal penyebaran hingga kini masih belum ditemukan.
Virus korona atau yang disebut COVID-19, kini terus masuk merebak di Prancis. Olivier Vern dalam jumpa persnya menjelaskan bahwa hanya dalam kurun waktu 24 jam saja, jumlah kasus COVID-19 kembali diberitakan bertambah sebanyak 20 kasus. 12 orang di antaranya tertular dalam kegiatan perkumpulan, yang memiliki hubungan dengan 2 pasien positif terinfeksi sebelumnya di provinsi Oise, dan ada 3 korban berasal dari satuan prajurit.
Penyebaran epidemi massal juga diketahui terjadi di provinsi Haute-Savoie, adalah dari seorang pria Prancis berusia 64 tahun dengan nomor kasus 14, yang baru dievakuasi dari Kawasan Lombardy, Itali. Pria mengaju jika sebelumnya sang istri juga terdiagnosis positif terinfeksi.
Olivier Vern pada Kamis tanggal 27 Februari membenarkan jika anak perempuan dari sang pria tersebut, dan satu teman t sanak keluarga juga postif terinfeksi.
Sementara itu, ada 2 manula yang tengah mengikuti tur wisata ke Mesir, tanpa terkira juga ikut tertular, ke 2 orang tersebut berada dalam kondisi akut. Masing-masing pasien dilarikan ke rumah sakit di Paris dan rumah sakit di desa Compiegne yang terletak di bagian utara Prancis. 2 kasus tambahan terbaru, dipastikan positif terinfeksi usai kembali pulang dari perjalanan mereka ke Itali.
Kepala Dewan Sanitasi Publik, Jerome Salomon, dalam jumpa persnya menjelaskan jikaepidemi yang terjadi di provinsi Oise, masih belum ditemukan asal-muasal penularan, dan para petugs masih terus mencari sumber penyebab munculnya penyakit.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Kamis tangal 27 Februari, menghadiri rapat forum Prancis-Itali di kota Naples, Itali. Di depan media, Emmanuel Macron menjelaskan bahwa untuk menghadapi COVID-19, berbagai instansi medis dan kesehatan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, terus melakukan kolaborasi secara maksimal, mengusung dan menjalankan berbagai program medis terkait.
Emmanuel Macron tiba di Prancis pada tanggal 27 Februari malam, segera mendatangi Hospital La Pitie-Salpetriere, karena belum lama ini diberitakan telah ada kasus COVID-19 yang meninggal untuk pertama kalinya, selain itu kunjungan dirinya juga sekaligus untuk menyemangati para petugas yang berdiri di garis terdepan dalam menghadapi COVID-19.