History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Peringatan Insiden 28 Februari Pertahankan Pergerakan Transformasi Keadilan

  • 28 February, 2020
  • 曾秀情
Peringatan Insiden 28 Februari   Pertahankan Pergerakan Transformasi Keadilan
Presiden Tsai Ing-wen peringatan 28 Februari

(Taiwan, ROC) -- Hari ini tanggal 28 Februari merupakan hari peringatan ke-73 tahun insiden 28 Februarai, Presiden Tsai Ing-wen pada pagi hari tadi mengikuti upacara peringatan di Taman Insiden 28 Februari, dalam kata sambutannya Presiden Tsai menyampaikan bahwa insiden 28 Februari sempat menjadi kisah yang tidak boleh dibicarakan di Taiwan, tetapi seiring dengan permohonan maaf dari pemerintah, semakin banyaknya buku-buku yang menceritakan insiden 28 Februari, juga semakin banyaknya data yang terkorek keluar sehingga banyak pula hal-hal yang terkuat terkait korban, pengembalian nama baik, tokoh dan lainnya yang baru terungkap.

Presiden Tsai mengemukakan, Yayasan Memorial 28 Februasi baru saja menyelesaikan laporan “Transformasi Keadilan dan Kebenaran dari Insiden 28 Februari”, banyak pejabat, akademis dan masyarakat Taiwan dari berbagai sudut mengembalikan catatan ingatan pada peristiwa ini, insiden 28 Februari tidak lagi tabu atau menjadi sumber kebencian.

Kepala Negara menyampaikan, sejak beliau menjabat sebagi presiden, ia telah mempercepat langkah untuk mengumpulkan data, merapikan, memelihara dan mulai menggunakan, tetapi misi ini masih belum rampung, beliau ingin mengumumkan 3 prinsip dari kelanjutan transformasi keadilan yaitu keterbukaan yang maksimum, keterbatasan yang minimum, terbuka umum untuk dibaca dan digunakan masyarakat. Badan Keamanan Nasional dalam kurun waktu 1 bulan akan menyelesaikan tugas rahasia pemilahan file politik.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga akan terus mendorong pendidikan hak asasi manusia, selain Museum HAM Nasional, gudang data transformasi keadilan yang telah berjalan online, dikedepannya juga akan membentuk dewan pengawasa HAM nasional agar prinsip HAM Taiwan dapat lebih terwujudkan.

Pada akhir kata dalam pidatonya, Presiden Tsai mengungkapkan, berkat upaya keras dari beberapa generasi, sejarah dan kebenaran insiden 28 Februari dan era otoriter sudah terlihat banyak, waktu membuktikan makna dari kebenaran sejarah, tidak terpecahkannya masyarakat yang mengejar kebenaran, malah dengan keberanian menghadapi kesalahan masa lalu, dengan demikian baru dapat memperkokoh demokrasi, kebebasan dan multikultural.

Komentar

Terbarumore