(Taiwan, ROC) – Tim anggota parlemen Finlandia yang terdiri dari 9 orang, pada tanggal 21 Februari menandatangani surat petisi bersama dan ditujukan kepada Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengimbau pihak WHO agar dapat memberikan izin bagi Taiwan untuk bergabung dengan status sebagai pengamat.
Ketua tim anggota parlemen Finlandia, Mikko Karna, bersama dengan 9 anggota parlemen lainnya dari berbagai partai politik berbeda, dalam surat petisi tersebut menyebutkan jika kondisi wabah COVID-19 semakin mengganas, dan saat ini sangat membutuhkan kesatuan hati seluruh dunia untuk bisa melawan wabah COVID-19. Taiwan yang disebut memiliki teknologi medis terdepan, jika saat ini pihak WHO malah memarginalisasikan Taiwan untuk tidak ikut serta dalam WHO, maka akan memberikan kerugian besar bagi dunia internasional dalam tugas melawan epidemi tersebut, selain itu juga akan dapat menjadi celah kebocoran dalam hal tugas pencegahan penyebaran epidemi.
Mereka juga menyebutkan akan memantau pihak WHO, agar dapat memasukkan Taiwan ke dalam daftar kawasan kondisi yang harus diperhatikan, guna menjamin data informasi terkait epidemi adalah lengkap dan aktual, mengharapkan Taiwan dapat bergabung dalam WHO dengan status sebagai pengamat. Selain itu juga menganjurkan WHO agar dapat berbagi informasi terkait epidemi sebagai bahan rujukan bagi Taiwan dalam hal pengambilan langkah pencegahan dan bagaimana caranya memberikan bantuan.
Mikko Karna pada akhir Januari lalu juga mencuit dalam akun Twitternya tentang dukungannya terhadap Taiwan agar dapat bergabung dalam WHO, dan pada tanggal 21 Februari, secara resmi menyurati Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mana juga menjadi sebuah langkah konkrit pernyataan dukungan terhadap Taiwan.