(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada pemberitaan dari media AFP pada tanggal 21 Februari waktu setempat, belum beberapa jam pemerintah Itali mengambil keputusan untuk mengisolasi 10 kota dan desa di negaranya, langsung tersiar kabar ada satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia, dan kasus ini menjadi kasus perdana dalam epidemi COVID-19 yang meninggal dunia di kawasan Eropa.
Virus Korona yang disebut dengan COVID-19 terus merebak ke berbagai belahan dunia. Menteri Kesehatan Itali Roberto Speranza menyampaikan telah dikonfirmasi seorang pria berusia 78 tahun yang positif terinfeksi COVID-19 dan meninggal di dalam rumah sakit yang berada di kawasan Veneto.
Pensiunan tukang bata tersebut adalah salah satu dari 2 pasien COVID-19 yang sebelumnya dilaporkan ada di kawasan Veneto, dan kini masih ada satu pasien yang berusia 67 tahun. Sementara itu masih ada 15 orang dinyatakan positif terinfeksi dan ke semuanya berada di kawasan Lombardy. Aparat pemerintah setempat juga telah melakukan isolasi terhadap kawasan yang terkena dampak.
Media setempat melaporkan bahwa di kawasan Lombardy, ada 5 dokter yang terdiagnosis dan 10 orang lainnya positif terinfeksi. Disebutkan pula jika ke 15 orang tersebut sempat memasuki sebuah bar dan bertemu dengan teman-temannya dalam bar tersebut.
Hingga kini, untuk kawasan yang diisolasi, ada sebanyak lebh dari 50 ribu orang yang diminta untuk melakukan karantina mandiri dalam rumah. Sementara untuk berbagai kegiatan dan aktivitas luar ruangan, misalnya karnaval, misa gereja dan olahraga, semuanya dihentikan selama 1 minggu ke depan.