History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pejabat Diplomat Asing yang Tidak Memiliki Kartu ARC dapat Membeli 2 Helai Masker Mulut per 1 Minggu

  • 21 February, 2020
  • 曾秀情
Pejabat Diplomat Asing yang Tidak Memiliki Kartu ARC dapat Membeli 2 Helai Masker Mulut per 1 Minggu
Menteri Luar Negeri, Joseph Wu

(Taiwan, ROC) --- Melalui jejaring media sosial facebook, istri dari Kepala Perwakilan Slowakia untuk Taiwan menyampaikan kegelisahannya karena tidak bisa membeli masker mulut. Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu (吳釗燮), dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif menyampaikan, para pejabat diplomat asing dapat memperoleh masker mulut sebanyak 2 helai per minggu, layaknya warga Taiwan pada umumnya. Beliau menambahkan, ketentuan ini tentu telah melalui pembahasan dengan pihak Pusat Komando Pengendalian Epidemi dan Penyakit Menular (CDC).

Dalam akun media sosial facebook, istri dari Kepala Perwakilan Slowakia untuk Taiwan menyampaikan kecemasannya karena tidak bisa mendapatkan masker mulut, terutama masker mulut anak-anak. Karena saat ini dirinya tidak memiliki Kartu Asuransi Kesehatan, sehingga ia pun mencoba membeli masker mulut dengan sertifikat diplomat, tetapi permintaan tersebut mendapat penolakan dari pihak apotek.

Menanggapi kabar tersebut, Menlu Joseph Wu menyampaikan bahwa beberapa pejabat diplomat asing yang bertugas di Taiwan tidak memiliki Kartu Izin Menetap (ARC), melainkan hanya dibekali sertifikat diplomat. MOFA pun telah melangsungkan negosiasi dengan pihak CDC, guna membahas pembagian masker bagi para pejabat diplomat asing tersebut. Joseph Wu melanjutkan, mekanisme penjualan masker mulut yang terintegrasi dengan KTP/ASKES juga dapat dipergunakan oleh para diplomat asing, dengan batas kuota yang sama, yakni 2 helai per 1 minggu.

Joseph Wu mengatakan, "Hal ini telah kami konfirmasi dengannya semalam. Dan ia pun memahami betul situasi yang ada saat ini. Karena para pejabat diplomat asing tidak memiliki Kartu ARC dan hanya dibekali sertifikat diplomat, membuat mereka tidak dapat membeli masker mulut. Oleh karena itu, kami telah bernegosiasi dengan pihak CDC. Berdasarkan mekanisme penjualan masker mulut yang ada saat ini, pejabat diplomat asing tersebut dapat memperoleh 2 helai masker mulut per 1 minggu. Hal ini juga telah sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan".

Di samping itu, juru bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW) untuk mendistribusikan masker mulut anak-anak ke instansi-instansi perwakilan negara asing di Taiwan.

Joanne Ou mengatakan, "Beberapa hari ini, kami mendapat respons dari pejabat diplomatik asing akan ketersediaan masker mulut anak-anak. Apalagi masa semester baru ini akan segera dimulai, anak-anak mereka tentu membutuhkan masker mulut. Setelah menerima kabar ini, MOFA langsung menggelar negosiasi dengan pihak MOHW. Di bawah persetujuan MOHW, pihak MOFA akan menerima distribusi masker mulut selambat-lambatnya tanggal 21 Februari 2020 siang. Setelah itu, MOFA akan bagikan kepada masing-masing instansi negara asing di Taiwan".

Menanggapi pernyataan dari CDC Amerika Serikat yang menilai bahwa infeksi virus COVID-19 di Taiwan sudah menyebar hingga ke level komunitas masyarakat (community spread), Joseph Wu menyampaikan hal ini adalah informasi yang tidak benar. MOFA pun telah meminta pihak Amerika Serikat untuk segera merevisi pernyataan tersebut.

Pesawat khusus yang memulangkan penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess diperkirakan akan tiba di Taiwan pada malam ini. Menanggapi hal tersebut, Joseph Wu menyampaikan, bagi warga yang terkonfirmasi negatif "COVID-19", akan dipersilakan menaiki pesawat khusus tersebut dan kembali ke Taiwan. Saat ini, banyak penumpang yang masih menunggu hasil tersebut. Beliau juga menyampaikan, di dalam kapal pesiar Diamond Princess juga terdapat 3 kru kapal ber-kewarganegaraan Taiwan. Perihal kepulangan ketiganya, akan disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan perusahaan perkapalan Diamond Princess. Namun demikian, Joseph Wu berharap ketiganya dapat menaiki pesawat khusus dan segera kembali ke Taiwan.

Komentar

Terbarumore