(Taiwan, ROC) - Diberlakukannya larangan masuk bagi warga Taiwan oleh sejumlah negara adalah dikarenakan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tapi ini adalah kesalahpahaman besar karena Taiwan bukan salah satu kawasan epidemi Covid-19 di bawah Tiongkok.
Demikian diklarifikasi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Joanne Ou (歐江安) melalui suatu acara temu pers pada hari Rabu, 19 Februari.
Menurut Ou, berbasis pada laporan tidak aktual dari WHO, sejumlah negara telah atau sempat memberlakukan larangan masuk bagi warga Taiwan, termasuk Italia, Vietnam, Filipina, Mongolia, Israel dan Maurisius. Beberapa darinya telah mencabut larangan tersebut setelah penjelasan disampaikan oleh Taiwan, tapi sebagian darinya masih mempertahankan larangan tersebut, antara lain Italia.
Joanne Ou mengatakan, “Akar dari masalah ini, bahwa banyak negara memiliki kesalahpahaman terhadap kondisi di Taiwan, adalah disebabkan oleh laporan epidemi dari WHO. Laporan terbarunya tetap mengkategorikan Taiwan di bawah Tiongkok, dan tetap menganggap Taiwan sebagai salah satu kawasan epidemi Tiongkok.”
MOFA menegaskan, kantor perwakilan di manca negara telah diinstruksi untuk menyampaikan penjelasan pada negara bersangkutan bahwa Taiwan bukan kawasan epidemi Tiongkok, dan bahwa kondisi pengendalian epidemi Covid-19 di Taiwan sangat baik.
MOFA juga telah mengajukan klarifikasi pada WHO, menerangkan bahwa dikategorikannya Taiwan di bawah kawasan epidemi Tiongkok telah menimbulkan kesalahpahaman banyak negara atas situasi pengendalian epidemi di Taiwan. Ini telah membangkitkan banyak kesusahan bagi warga Taiwan dan seharusnya secepatnya dikoreksi, tutur MOFA.