(Taiwan, ROC) --- 1 dari 247 warga Taiwan yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dinyatakan telah terjangkit wabah pneumonia "COVID-19". Setelah melewati masa isolasi, 246 lainnya, dinyatakan sehat dan akan dipersilakan pulang ke rumah masing-masing. Pada tanggal 18 Februari 2020, ratusan warga Taiwan yang telah menjalani proses isolasi di kawasan Wulai, Linkou dan Taichung, dikonfirmasi tidak terjangkit "COVID-19". Beberapa dari mereka menyatakan kepuasan dan menyampaikan ucapan terima kasih atas perawatan intensif dari anggota medis.
Tidak lama setelah wabah epidemi "COVID-19" merebak, otoritas RRT pun menginstruksikan untuk mengisolasi Kota Wuhan. Pada tanggal 3 Februari 2020 malam, 247 warga Taiwan yang bermukim di Wuhan berhasil dipulangkan dari sana. Sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Internasional Taoyuan, ratusan warga terebut pun dikirim ke pusat-pusat karantina, yang tersebar di kawasan Wulai, Linkou dan Taichung.
Pada tanggal 17 Februari 2020, Pusat Komando Epidemi dan Penyakit Menular (CDC) menggelar pertemuan pers dan mengumumkan bahwa masa karantina terhadap 246 warga Taiwan akan dicabut pada tanggal 18 Februari 2020. Dari total 247, hanya ada 1 warga yang dikonfirmasi telah terjangkit epidemi "COVID-19". Selanjutnya, para penumpang juga disarankan untuk memantau kesehatan pribadi setelah tiba di rumah masing-masing.
Pada tanggal 18 Februari 2020 pukul 06:00 pagi, terlihat beberapa bus wisata telah terparkir rapi di depan pusat karantina di Wulai, Linkou dan Taichung. Bus-bus pariwisata ini akan menghantarkan 246 warga untuk menuju ke stasiun-stasiun kereta api terdekat. Selain itu, mobil-mobil polisi juga terlihat mengiringi dan mengontrol lalu lintas di sekitar.
Beberapa dari mereka pun menuliskan catatan terima kasih kepada para petugas medis yang telah memberikan perawatan intensif selama proses isolasi berlangsung.
Mr. Zhou yang bekerja di sebuah pabrik sains dan teknologi, menyampaikan rasa senangnya ketika dapat kembali ke rumah. Sosok yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Wuhan tersebut menambahkan bahwa dirinya sangat beruntung dapat menaiki pesawat pada tanggal 3 Februari 2020 kemarin. Ia bersama dengan 11 rekan sekerjanya, berhasil kembali ke Taiwan dan menjalankan proses isolasi selama 14 hari. Mr. Zhou yang berusia 55 tahun menekankan, dirinya tidak menemukan permasalahan saat proses isolasi berlangsung. Meski mereka hanya diperbolehkan untuk berada di kamar masing-masing, namun tim medis selalu datang tepat waktu dan seluruh penumpang mendapat asupan gizi yang layak.
Mr. Zhou mengemukakan bahwa dirinya cukup terkejut ketika mendengar ada 1 penumpang yang terjangkit wabah "COVID-19". Namun, dirinya yakin dengan kinerja pemerintah yang bekerja maksimal untuk menekan penyebaran wabah tersebut. Ia berharap otoritas Taiwan dapat membantu seluruh warga mereka yang berada di RRT untuk dapat segera pulang ke Taiwan.