(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 10 Januari 2020 malam, Komisi Dirgantara Filipina (CAB) memberlakukan larangan untuk seluruh warga Taiwan memasuki kawasan tersebut. Larangan ini berdasar atas "Kebijakan 1 Tiongkok" yang diakui Filipina. Otoritas Manila menyampaikan, kawasan Republik Rakyat Tiongkok, Hong Kong, Macau dan Taiwan merupakan 1 wilayah yang saat ini dilarang untuk memasuki area Filipina. Larangan diterbitkan mendadak dan menyebabkan beberapa jadwal penerbangan menjadi kacau. Dilaporkan, ada sekitar 150 warga Taiwan yang ditolak masuk dan telah berada di bandara Cebu, Kalibo dan Manila.
"Larangan Perjalanan Sementara" yang diterbitkan oleh pihak Manila, juga termasuk para wisatawan yang selama 14 hari terakhir pernah masuk atau menetap di Taiwan. Perwakilan ROC di Manila menyampaikan, pihaknya langsung menghubungi Kantor Perwakilan Filipina di Taiwan (MECO), sesaat setelah memperoleh informasi terkait. Pihak mereka juga telah melakukan berbagai upaya koordinasi untuk menangani keputusan yang 'keliru' tersebut.
Dalam larangan yang diterbitkan oleh CAB, pihaknya telah menyesuaikan dengan arahan presiden setempat yang dirilis pada tanggal 2 Februari 2020 silam. Dalam arahan tersebut tertera larangan bagi seluruh wisatawan yang pernah memasuki kawasan RRT, Hong Kong, Macau dan Taiwan, untuk memasuki kawasan Filipina. Larangan tersebut dikecualikan bagi warga Filipina atau pihak yang telah mendapatkan izin menetap di sana. Di samping itu, otoritas setempat juga melarang warga mereka untuk berkunjung ke kawasan RRT, Hong Kong, Macau dan Taiwan.
Pejabat Kantor Perwakilan ROC di Filipina menyampaikan, hingga kini ada sekitar 150 warga Taiwan yang telah ditolak masuk. Pihaknya juga telah menjelaskan situasi terkait kepada para penumpang dan akan melakukan segala upaya untuk memperbaiki keadaan yang ada.
Chen Jun-nan (陳俊男), Manajer Umum China Airlines cabang Filipina menambahkan, jadwal penerbangan antar Taiwan dengan Filipina tidak sepenuhnya tertutup. Namun demikian, jadwal penerbangan hanya berlaku bagi warga Filipina atau pihak yang telah mendapatkan izin menetap di sana. Ia menambahkan, pihak China Airlines masih merembukkan apakah harus membatalkan jadwal penerbangan pada tanggal 11 Februari 2020, mengingat jumlah penumpang yang saat ini belum menemukan kejelasan relevan.
Direktur Utama EVA Air cabang Filipina, Zhang Xu-shen (張旭伸) melanjutkan, larangan yang diterbitkan semalam tidak berpengaruh bagi warga Taiwan yang ingin kembali dari Filipina. Sebaliknya, warga Taiwan saat ini tidak diperkenankan untuk memasuki teritorial Filipina. Maskapai penerbangan EVA Air masih akan mendiskusikan status jadwal penerbangan secara internal. Diimbau kepada seluruh penumpang untuk senantiasa memperhatikan perubahan jadwal penerbangan yang ada saat ini.