History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lai Ching-te: Melalui RTI Menggalang Kerja Sama dengan Amerika Serikat

  • 11 February, 2020
  • 尤繼富
Lai Ching-te: Melalui RTI Menggalang Kerja Sama dengan Amerika Serikat
Lai Ching-te: Melalui RTI Menggalang Kerja Sama dengan Amerika Serikat

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 5 Februari 2020, Wakil Presiden terpilih Lai Ching-te menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris di sebuah seminar yang membahas isu "Kebebasan Beragama" di Washington, Amerika Serikat. Beliau berjanji, Taiwan akan berkontribusi dalam mempromosikan kebebasan beragama dan menyatakan kesediaannya untuk menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat. Melalui frekuensi khusus yang dimiliki Radio Taiwan Internasional (RTI), Taiwan akan memberikan dorongan dan dukungan bagi kebebasan beragama di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Seminar yang digelar di Hotel Hilton tersebut, berhasil menarik perhatian dari 200 pemuka agama yang berasal dari berbagai belahan dunia. Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama, Sam Brownback membuka pertemuan dengan mempersilakan "Wakil Presiden Terpilih Taiwan" untuk menyampaikan pidato pembukaan.

Lai Ching-te menyampaikan, Taiwan telah melewati perjuangan yang panjang, dan berhasil menghantarkan 23 juta warganya menuju era kebebasan beragama. Hal ini juga telah menjadi dasar kehidupan seluruh elemen masyarakat di Taiwan. Dan karena alasan inilah, Taiwan telah memiliki pengalaman yang mumpuni dan bersedia berbagi dengan dunia internasional. Lai Ching-te menyampaikan Taiwan akan berdasar dan berpegang teguh pada 3 prinsip utama.

Pertama, Taiwan dapat berperan sebagai mercusuar demokrasi. Lai Ching-te mencontohkan dengan aksi warga Tibet yang melakukan aksi protes turun ke jalan-jalan di Taiwan. Mereka menuntut agar warga Tibet dapat merasakan kebebasan dan perlindungan jaminan HAM. Selama bertahun-tahun, Taiwan telah menjadi platform penting bagi warga Tibet untuk menyuarakan pendapatnya. Selain itu, ketika aksi protes menentang RUU Ekstradisi meledak di Hong Kong, masyarakat setempat juga mengajukan pertolongan kepada Taiwan. Di masa mendatang, Taiwan akan terus membantu para korban yang terus memperjuangkan hak untuk mendapatkan perawatan medis. Taiwan juga membuka kesempatan kepada pihak luar untuk turut bergabung dan bersama-sama memperjuangkan prinsip kesetaraan yang berkelanjutan.

Kedua, organisasi keagamaan di Taiwan dapat menyediakan layanan bagi komunitas global. Mereka dapat menyediakan bantuan berupa pemberian pendidikan dan perawatan medis bagi mereka yang tengah memperjuangkan hak kebebasan beragama.

Ketiga, Taiwan dapat menggalang kerja sama dengan Amerika Serikat, guna memberikan dukungan bagi para pihak yang terus menyuarakan kesetaraan memeluk kepercayaan masing-masing, melalui saluran eksklusif Radio Taiwan Internasional.

Sebelumnya, Amerika Serikat pernah membantu RTI untuk membangun sistem penyiaran gelombang pendek (shortwave), guna menjangkau penyiaran hingga ke kawasan RRT. Pada bulan Maret 2019 silam, Taiwan menggelar dialog membahas kebebasan beragam perdananya untuk kawasan Indo-Pasifik. Dalam kunjungannya ke Taiwan, Duta Besar Sam Brownback juga sempat bertandang ke stasiun pusat RTI. Dalam sebuah program yang disiarkan RTI, Sam Brownback menyampaikan dukungannya bagi seluruh warga RRT. Ia mengemukakan, melalui saluran radio yang dibangun RTI, diharapkan warga RRT dapat terus mempromosikan semangat kesetaraan memeluk agama masing-masing.

Pada bagian akhir, Lai Ching-te menekankan Taiwan tidak hanya akan menulis kisah suksesnya tersendiri, melainkan akan bersama dengan komunitas global untuk menggores sejarah baru dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan beragama.

Komentar

Terbarumore