(Taiwan, ROC) – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada tanggal 7 Februari malam mengumumkan jika jumlah kasus positif terinfeksi akibat Novel Koronavirus telah melebihi angka 30 ribu orang, meskipun pihak WHO telah mengimbau semua negara di dunia untuk tidak melakukan pembatasan atau isolasi terhadap Daratan Tiongkok, namun karena epidemi terus merebak, maka telah ada 72 negara di dunia telah memberlakukan pembatasan kunjungan wisata.
Merujuk pada data statistik yang dirilis oleh WHO, mengumumkan bahwa jumlah kasus terinfeksi di dunia adalah sebanyak 31.481 orang, 31.211 orang di antaranya adalah di Daratan Tiongkok, 4.821 kasus dalam kondisi akut, kasus meninggal telah mencapai angka 637 orang, sementara ada 270 kasus terinfeksi yang terjangkit di luar Daratan Tiongkok dan 1 meninggal dunia.
Meskipun selama 2 hari berturut, jumlah kasus terinfeksi di Daratan Tiongkok ada mengalami sedikit penurunan, namun Sekretaris Jendral Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelaskan bahwa hal tersebut adalah sebuah hal yang positif, namun masyarakat dunia tetap diingatkan agar dapat tetap waspada, karena kondisi epidemi masih berkemungkinan untuk bertambah.
Berkenaan dengan kondisi Taiwan, pihak WHO masih tetap mengategorikan Taiwan di bawah Daratan Tiongkok, dan menyebutnya dengan “Taipei dan kawasan di sekitarnya”, jumlah kasus positif terinfeksi ada sebanyak 16 kasus.
Berkenaan dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh WHO terkait epidemi, telah tercatat sebanyak 72 negara di dunia yang mengumumkan pembatasan kunjungan wisata melalui berbagai platform, misalnya pengumuman secara resmi, pengumuman langsung dari pihak pemerintah, laporan dari pihak media dan lain sebagainya. Dari 72 negara tersebut, pihak WHO hanya menerima 23 berkas negara yang memberlakukan pembatasan kunjungan wisata, yakni sebanyak 32%.
Setelah pihak WHO mengumumkan bahwa penyakit pneumonia akibat Novel Koronavirus sebagai bagian dari Public Health Emergency of International Concern atau PHIEC, namun mengimbau agar masing-masing negara tidak melakukan pembatasan wisata dan pembatasan hubungan perdagangan. Dalam rapat WHO yang digelar pada tanggal 3 Februari, pihak WHO kembali menegaskan bahwa setiap larangan atau pembatasan agar kondisi tidak berkembang menjadi ketakutan phobia dan stigma, karena hal tersebut tidak akan memberikan keuntungan dalam tugas pencegahan epidemi dunia.
Namun imbauan suara bagi Daratan Tiongkok yang disampaikan oleh Sekretaris Jendral Tedros Adhanom Ghebreyesus, tidak memberikan pengaruh apapun, karena pembatalan penerbangan dan pembatasan izin keluar masuk keimigrasian terkait Daratan Tiongkok, yang awalnya hanya berjumlah 22 negara pada tanggal 4 Februari, telah bertambah menjadi 72 negara pada tanggal 7 Februari.
Misalnya beberapa maskapai penerbangan penting Amerika Serikat, telah membatalkan penerbangan dari dan ke Daratan Tiongkok. Pemerintah Amerika juga telah memberlakukan larangan kunjungan bagi warga asing ke Amerika Serikat, jika yang bersangkutan sempat melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok.