(Taiwan, ROC) – Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO kini tengah menggelar rapat besar anggota yang ke 146 di Jenewa. Suara dukungan yang diberikan dari berbagai negara sahabat dan juga negara-negara yang memiliki perspektif serupa bagi Taiwan semakin banyak. Jumlah suara dukungan juga mengalami peningkatan yang fantastis, ditambah lagi dengan suara dukungan secara terbuka dari petinggi Amerika, Jepang dan Uni Eropa. Hal ini menunjukkan jika jumlah suara dukungan bertambah, tingkatan level pejabat yang menyatakan dukungan bagi Taiwan juga semakin tinggi. Pihak Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Jumat tanggal 7 Februari kembali mengimbau pihak WHO, agar dapat benar-benar mendengarkan suara keadilan yang disampaikan oleh masyarakat dunia, berani menolak tekanan politik yang tidak layak, mengembalikan fungsi semula secepatnya, sehingga Taiwan dapat turut serta hadir dalam rapat yang digelar oleh WHO, termasuk sistem dan berbagai kegiatan yang ada.
MOFA menyebutkan bahwa banyak negara yang hadir dalam rapat dewan pelaksana pada tanggal 6 Februari. Pada saat pembahasan menyangkut tajuk “Kondisi kesehatan publik darurat: Persiapan dan antisipasi”, tidak sedikit negara yang memberikan pernyataan langsung terkait Taiwan, dimana hal ini turut menunjukkan bahwa masyarakat dunia internasional juga sangat menaruh perhatian akan kondisi epidemi Novel Koronavirus yang merebak dengan sangat cepat, berpendapat bahwa Taiwan selayaknya dimasukkan ke dalam sistem kesehatan dunia dan juga sistem kekebalan penyakit dunia skala darurat. Mereka juga menyampaikan bahwa sejak epidemi mulai merebak di Daratan Tiongkok, pihak Daratan Tiongkok dan WHO memberikan pernyataan yang tidak benar berkenaan bahwa pihaknya telah memberikan data informasi terkait kondisi epidemi dan langkah kerjasama. Pernyataan yang tidak sesuai dengan kebenaran yang ada, turut menuai ketidakpuasan oleh dunia internasional.
Adapun negara-negara sahabat yang menyatakan suara dukungan terhadap Taiwan dalam rapat antara lain Eswatini, Nauru, Paraguay, Guatemala, Haiti, Honduras, Saint Christopher dan Nevis, Nowru dan Kepulauan Marshall. Sementara negara-negara yang memiliki persepektif serupa dan menyatakan dukungan terhadap Taiwan antara lain Amerika, Jepang, Jerman dengan mewakili ke 27 negara anggota di Uni Eropa, Inggris, Australia, Selandia Baru dan Belgia. Ke semua negara ini menyebutkan bahwa Taiwan tidak dapat dikesampingkan begitu saja dalam sistem kesehatan dunia, atau kelak bisa menjadi salah satu celah kebocoran tugas pencegahan wabah yang ada.
Juru Bicara MOFA, Joanne Ou mengatakan, “Saat ini, suara dukungan dari dunia terhadap Taiwan agar dapat turut serta masuk bergabung dalam WHO, semakin tinggi dibandingkan sebelumnya. Kami juga melihat bahwa suara dukungan semakin keras dan besar, bahkan tingkatan pejabat yang menyatakan dukungan terhadap Taiwan juga semakin tinggi.”
Adapun pejabat negara yang menyebutkan dukungannya bagi Taiwan antara lain Menteri Kesehatan Amerika Alex Azar, pejabat senior kementrian luar negeri Amerika, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Shinjo Abe, menteri urusan luar negeri Uni Eropa, persatuan Amerika Tengah dan lain sebagainya.