(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pesawat perdana yang menjemput para pengusaha Taiwan dari Wuhan, Daratan Tiongkok belum lama ini, terdapat perbedaan daftar nama penumpang dengan daftar nama yang sebelumnya diprediksikan oleh pihak Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC. Bahkan terdapat 1 kasus positif terinfeksi di dalam pesawat carteran khusus evakuasi tersebut, sehingga semua hal ini telah memicu perdebatan. Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Kamis tanggal 6 Februari dalam rapat Yuan Eksekutif menyampaikan jika semua hal tadi adalah bentuk penyimpangan, dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sehubungan dengan pesawat carteran yang kelak akan digunakan oleh pengusaha Taiwan, Su Tseng-chang mengajukan 4 butir permintaan, yang meliputi pertama adalah mengutamakan penerbangan bagi mereka yang melakukan perjalanan jangka pendek, penggunaan obat jangka panjang, manula, anak dan kelompok rentan. Yang ke dua adalah mengutamakan mereka yang harus melakukan pemeriksaan terkait epidemi, dimana pihak petugas pemeriksa kesehatan yang akan langsung naik ke atas pesawat dan melakukan pemeriksaan langsung. Yang ke tiga adalah pihak Daratan Tiongkok harus menyediakan daftar nama penumpang yang lengkap dan jelas untuk diperiksa oleh pihak Taiwan, melarang kejadian pemberian daftar nama saat telah tiba di depan pintu pesawat, sehingga menyebabkan pihak Taiwan tidak sempat melakukan pengecekan dan kepastian. Ke empat adalah penggunaan pesawat carteran hendaknya proses diskusi dilakukan oleh pihak pemerintah ke dua belah pihak, dan tidak mengizinkan proses negosiasi oleh pihak swasta.
Selain itu, per tanggal 6 Februari telah diberlakukan sistem pembelian masker mulut jenis medis dengan data informasi individual tercatat. Untuk itu, PM Su Tseng-chang juga menyampaikan terima kasih kepada sebanyak 6 ribuan apotek yang telah turut berpartisipasi dalam proses penyediaan masker, pihak pos atas jasa pelayanan pengiriman masker ke seluruh apotek terdaftar yang ada di Taiwan dan juga para teknisi yang telah memperbaiki data pengguna dan juga badan asuransi kesehatan dalam kurun waktu 2 hari.