(Taiwan, ROC) - Wakil Presiden terpilih ROC Willaim Lai (賴清德) menitikberatkan catatan kebebasan beragama dan pekerjaan misionaris di Taiwan ketika menyampaikan pidato dalam suatu pertemuan tentang kebebasan beragama di Washington, D.C. pada hari Selasa.
Taiwan telah "melindungi kebebasan berkeyakinan rakyat" sebagai negara demokratis, dan akan secara aktif bekerja sama dengan Amerika Serikat serta komunitas internasional untuk "melindungi kebebasan beragama dan membangun dunia yang bebas dari rasa takut akan penganiayaan agama," kata Lai.
Dia juga memuji pekerjaan yang dilakukan oleh para misionaris di Taiwan, yang upayanya dalam bidang pendidikan, perawatan kesehatan dan kesejahteraan sosial "terus membuahkan hasil hingga hari ini," lanjutnya.
Pertemuan keagamaan ini diselenggarakan oleh International Religious Freedom Roundtable, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bertugas mempromosikan kebebasan beragama yang berbasis di Amerika Serikat.
Lai adalah wakil presiden terpilih ROC pertama yang berkunjung ke Amerika Serikat sejak Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979. Kunjungan ini dinilai sangat signifikan karena yang dikunjungi adalah ibukota Amerika Serikat.
Fokus utama perjalanan Lai adalah menghadiri Sarapan Doa Nasional, pertemuan tahunan para pemimpin politik dan agama yang diadakan 5-6 Februari, tetapi ia juga akan bertemu dengan para politisi Amerika selama kunjungannya di Washington.
Pada hari Selasa, ia bertemu dengan tiga senator AS yang bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, masing-masing ketua komite Jim Risch, anggota komite Bob Menendez dan Cory Gardner.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh komite tersebut, Risch menyatakan dukungannya untuk "inklusi penuh Taiwan dalam respons dunia menanggapi wabah coronavirus" dan penjelajahan perjanjian perdagangan bebas antara Taiwan dan AS.
Menendez, sementara itu, mengatakan kepada Lai bahwa dia berharap bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) untuk memperkuat hubungan AS-Taiwan.
Dan Gardner, kepala subkomite untuk urusan Asia Timur, mengatakan pada pertemuan itu bahwa "sangat penting" bagi AS untuk menegaskan kembali dukungannya terhadap demokrasi Taiwan, ketika "Tiongkok melanjutkan kampanye agresifnya untuk mendelegitimasi Taiwan."
Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas pengecualian Taiwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah krisis kesehatan global.
Gardner adalah salah satu dari tujuh senator AS yang mendesak Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk memberikan status pengamat ke Taiwan pada 1 Februari.
Di lain pihak, dalam pertemuan terpisah Selasa, Lai berbicara dengan Senator AS Chuck Grassley, yang mengetuai Komite Keuangan Senat.
Grassley kemudian berbagi foto pertemuan di Instagram dan mengatakan bahwa mereka membahas nilai-nilai demokrasi dan kebebasan beragama yang dinikmati bersama oleh Taiwan dan AS.