(Taiwan, ROC) - Festival Komik dan Animasi Internasional Taipei 2020 ditutup pada hari Selasa setelah mencatat jumlah pengunjung lebih sedikit daripada tahun lalu. Umum beranggapan, ini disebabkan kekhawatiran massa atas penyebaran penyakit pernapasan akut coronavirus yang mematikan.
Pertunjukan lima hari, yang diadakan di Gedung Pameran Nangang Taipei World Trade Center, menarik sekitar 401.000 pengunjung, berkurang sedikit dibandingkan dengan 410.000 pengunjung pada 2019, demikian dilaporkan sekretaris jenderal Asosiasi Penerbitan Animasi & Komik Tionghoa (CCPA) Roger Kao (高世椿).
Acara tahunan yang kini memasuki tahun ke delapan ini menampilkan sekitar 500 kios dari 65 peserta pameran, dan menghasilkan pendapatan sekitar NT$170 juta (US$ 5,6 juta), tidak sampai NT$180 juta yang dihasilkan tahun lalu, kata Kao.
Menurutnya, angka pendapatan dan kehadiran bukan fokus utama tahun ini, yang diprioritaskan adalah pencegahan penyakit yang menyeluruh. "Anda dapat melihat selama akhir pekan banyak orang tua membawa anak-anak mereka ke pameran, karena mereka melihat bahwa kami memiliki mekanisme pencegahan penyakit yang ketat," tuturnya.
Mengantisipasi antrean panjang dan massa yang ramai, penyelenggara menaruh perhatian besar pada pencegahan penyakit yang juga disebut sebagai Pneunomia Wuhan. Berbeda dari Pameran Buku Internasional Taipei 2020 yang diputuskan diundurkan hingga Mei, Festival Komik dan Animasi Internasional Taipei tetap digelar sesuai rencana, tetapi mengharuskan semua pengunjung memeriksa suhu, memastikan suhu berada di bawah 37,5 derajat Celcius, dan meminta mereka untuk mendisinfeksi tangan sebelum diizinkan masuk.