Hingga berita ini diturunkan, jumlah kasus terinfeksi di dunia adalah sebanyak 11.921 orang, 259 meninggal dunia, meliputi 27 negara di dunia. Untuk Taiwan sendiri, kini telah ada 10 kasus positif tertular, ratusan orang dipinta untuk mengkarantinakan diri dan dipantau kondisi kesehatannya melalui HP dengan aplikasi GPS secara digital oleh pemerintah.
Untuk kondisi di dunia, dari media channelnewsasia memberitakan bahwa Komisi Kesehatan Daratan Tiongkokl menyebutkan jumlah kasus terinfeksi baru untuk tanggal 31 Januari mencapai 1.347 orang, sementara penambahan kasus terinfeksi baru di seluruh dunia tercatat ada sebanyak 2.102 kasus baru.
Kondisi merebaknya epidemi Pneumonia Wuhan di seluruh dunia, juga telah memicu adanya program evakuasi yang dilakukan oleh beberapa pemerintah kepada warga negara mereka masing-masing yang kini masih berada di Wuhan, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Korea Selatan. Sementara untuk kondisi evakuasi melalui pesawat carteran khusus, terlihat ada 300 an warga negara India yang telah meninggalkan Wuhan menuju New Delhi. Warga negara Amerika Serikat yang ikut dalam program evakuasi awal berjumlah sebanyak 200 orang, telah tiba di California dan diwajibkan dikarantina serta dipantau kondisi kesehatannya selama 14 hari ke depan. Untuk Rusia sendiri, pihak pemerintah menyebutkan akan mulai melakukan proses evakuasi terhadap 2.500 warganya yang mayoritas tengah berlibur di Daratan Tiongkok.
Untuk kondisi di Taiwan, Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Jumat malam tanggal 31 Januari memutuskan jika pemerintah akan menyediakan dana anggaran sebesar NT$ 200 juta untuk pengadaan jaringan penyediaan dan proses pembuatan masker mulut jenis medis, sehingga proses produksi pada pekan ke 4 hingga 5, setiap harinya mampu memproduksi sebanyak 10 juta lembar masker mulut jenis medis. Meski demikian, pemerintah mengimbau agar warga jangan terlampau cemas atau termakan berita hoaks, sehingga ikut kalut dan merebut barang jenis medis dan pangan tanpa batasan. Bagi warga yang sehat, tidak semuanya harus mengenakan masker jika berada dalam ruangan pribadi, ruangan kecil, atau bukan di tempat umum. Penggunaan masker mulut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keadaan masing-masing warga, misalnya mendahulukan mereka yang bekerja dalam bidang medis kedokteran, yang memiliki penyakit akut, orang yang hendak berobat, perawat yang tengah menjaga pasien dan warga yang hendak menjenguk ke rumah sakit. Warga diingatkan untuk menggunakan masker mulut jenis medis yang memiliki nomor kode percetakkan dan jenis fungsi medis yang jelas.
Bagi warga yang hendak membeli masker mulut jenis medis, bisa mendatangi toko waralaba misalnya 7-11, Family Mart, OK, Hi-Life. Untuk saat ini, setiap orang hanya diperbolehkan membeli 3 lembar masker setiap kalinya, dan harga masker yang sebelumnya adalah NT$ 8 per lembar, per hari Sabtu tanggal 1 Februari, harga masker mulut jenis medis yang disediakan tersebut diturunkan harganya menjadi NT$ 6. Hal ini dikarenakan liburan Tahun Baru Imlek telah berakhir, dan semua perusahaan pencetak masker telah mulai beroperasi.
Berkenaan dengan penggunaan masker, masyarakat yang hendak ke luar dari Taiwan, setiap orang hanya diperbolehkan membawa maksimal 5 kotak atau 250 lembar masker. Warga diingatkan jika melanggar peraturan, maka akan dikenakan sanksi denda 3 kali lipat. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang hendak melakukan pengiriman masker melalui paket ke luar negeri, jika ditemukan maka paket akan disita oleh petugas bea cukai.