(Taiwan, ROC) – Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Majelis Tinggi Kongres Amerika Serikat, Cory Gardner, dan beberapa senator lainnya pada hari Jumat tanggal 31 Januari waktu setempat, mengeluarkan surat pernyataan kepada Organisasi Kesehatan Sedunia PBB atau WHO, meminta pihak WHO dapat mengikutsertakan Taiwan sebagai anggota pengamat dalam WHO, sekaligus memberikan data informasi dan bantuan medis terkait penanganan epidemi penyakit kepada Taiwan.
Selain Cory Gardner, juga ada Marco Rubio, Tom Cotton, John Cornyn, James Inhofe, Mitt Romney dan Ted Cruz, yang bersama menandatangani surat pernyataan kepada Sekretaris Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, guna menyampaikan kepada WHO bahwa Taiwan tidak boleh dimarginalisasikan dalam hal penanganan kesehatan dunia internasional.
Dalam surat pernyataan tersebut, pihak WHO pada tanggal 31 Desember tahun lalu, baru memperhatikan Koronavirus Baru 2019 atau yang dikenal dengan sebutan 2019-nCoV, yang telah mengakibatkan merebaknya penyakit Pneumonia Wuhan hingga berjumlah ribuan orang, dan total ada 23 negara di dunia yang turut terkontaminasi. Penyakit menular yang berbahaya ini membutuhkan kerjasama semua negara untuk mengatasinya, sehingga keunggulan Taiwan dalam dunia medis juga sangat dibutuhkan oleh dunia, terkait penanganan penyakit dan pencegahan penularan virus.
Dalam surat juga disebutkan jika Taiwan tidak bisa dikesampingkan begitu saja dari dunia internasional, dan meminta semua negara yang ada di dunia dapat memberikan kesempatan bagi Taiwan untuk ikut serta dalam WHO sebagai anggota pengamat. Kini pihak WHO tidak memasukkan Taiwan ke dalam salah satu bagian di dalam organisasi, sehingga tentu akan merugikan tugas penanganan kesehatan dunia internasional. Pihak pemerintah Taiwan sendiri juga tidak bisa mendapatkan informasi terbaru berkenaan dengan kondisi penyakit menular yang ada saat ini, karena Taiwan juga tidak diberikan kesempatan melakukan kerjasama dengan WHO atau negara anggota WHO lainnya dalam bidang medis kesehatan. Dengan tidak ikutsertanya Taiwan dalam WHO, akan merugikan tugas penanganan penyakit menular dan sekaligus merugikan kehidupan sosial masyarakat dunia internasional.