(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan proses penarikan diri Inggris dari Uni Eropa yang akan dilakukan secara resmi pada hari Jumat tanggal 11 malam waktu setempat, Kementrian Luar Negeri atau MOFA pada hari Jumat tanggal 31 Januari menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak Inggris dan Uni Eropa secara bersamaan, guna membahas masalah penguatan hubungan kerjasama antara Taiwan dengan pihak Uni Eropa dan Inggris, sehingga hubungan untuk masing-masing pihak tidak akan terpengaruh akibat Program Brexit. Pihak MOFA usai melakukan pembahasan dengan instansi yang terkait dan memberikan laporan untuk Yuan Eksekutif, maka diputuskan jika Taiwan akan menghormati dan mengikuti pemberlakuan masa transisi yang ditetapkan oleh pihak Uni Eropa, yakni mulai dari tanggal 1 Februari hingga 31 Desember. Dalam masa transisi tersebut, maka setiap bentuk perjanjian atau kesepakatan atau MoU kerjasama yang telah ditandatangani dan disetujui, akan tetap berlaku dan dapat digunakan dalam hubungan antara Taiwan dan Uni Eropa serta Taiwan dan Inggris.
Pihak MOFA menjelaskan dalam menghadapi kondisi pelepasan diri Inggris dari Uni Eropa, Taiwan akan tetap memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin dengan pihak Inggris, sekaligus bersama-sama mempertahankan kestabilan kawasan dan kesejahteraan di Asia Pasifik, serta turut berkontribusi di dalamnya.
Pihak MOFA menjelaskan jika pihak Uni Eropa sebelumnya telah menyurati Taiwan berkenaan dengan partner kerjasama dunia, dimana disebutkan bahwa pihak Uni Eropa dan Inggris telah menyepakati bahwa hubungan kedua belah pihak per tanggal 1 Februari memasuki masa transisi. Selama masa transisi, peraturan yang diterapkan oleh Uni Eropa masih akan terus diberlakukan di Inggris. Sementara itu, untuk hubungan perjanjian antara Uni Eropa dan internasional, termasuk surat-surat dan dokumen yang tidak terikat dengan hukum serta pengaturannya, maka akan tetap menganggap Inggris sebagai salah satu bagian dari Uni Eropa. Hal ini dimaksudkan agar selama masa transisi setelah pelepasan diri Inggris dari uni Eropa, semua hal dapat berjalan dengan lancar dan mempertahankan kestabilan kondisi kawasan.
Pihak MOFA mengutarakan bahwa Inggris adalah rekan kerja terbesar nomor tiga untuk kawasan Eropa, nomor lima terbesar untuk sumber dana asing. Sementara itu, Taiwan adalah mitra dagang nomor 11 terbesar di Asia untuk Inggris. Belakangan ini, beberapa perusahaan Inggris terus melakukan investasi di Taiwan dalam bidang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, energi hijau dan teknologi perbankan. Tidak hanya demikian, Inggris adalah salah satu negara yang terus memberikan dukungan kepada Taiwan, agar dapat ikut serta bergabung dalam kegiatan internasional. Dengan berlandaskan nilai-nilai kebebasan demokrasi, belakangan ini pihak Taiwan dan Inggris terus menggalang hubungan kerjasama yang erat dalam hal hak asasi manusia, sanitasi publik, struktur demokrasi dan kebebasan pers.