(Taiwan, ROC) --Setelah Amerika Serikat, Jepang, Kanada dan negera-negara memiliki pemikiran hampir sama, Uni Eropa juga kembali dengan jelas menyampaikan dukungannya pada Taiwan untuk dapat turut berpartisipasi dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dinas Luar Negeri Eropa (bahasa Inggris: European External Action Service, disingkat EEAS) tanggal 30 Januari mengemukakan, menghadapi merebaknya epidemi saat ini Taiwan seharusnya diikutsertakan. Juru bicara EEAS, Virginie Battu-Henriksson tanggal 30 Januari saat ditanyakan wartawan CNA merespon, situasi pada umumnya dan dalam situasi merebaknya wabah virus baru 2019-nCoV sekarang ini, Uni Eropa mendukung bekerja sama dengan mitra kerja untuk membahas dan mencari jalan penyelesaian masalah, dengan kemampuan dan teknologi terkait yang dimiliki Taiwan seharusnya mengikutsertakan Taiwan. Kementerian Luar Negeri hari Jumat (31/1) menghaturkan terima kasih untuk hal ini. Terhadap respon yang diberikan juru bicara EEAS ini Kementerian Luar Negeri menyampaikan, dengan semua ketrampilan dan teknologi yang dipersiapkan Taiwan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat internasional.
Kementerian Luar Negeri mengemukakan, Uni Eropa belakangan ini beberapa kali menyampaikan prinsip Taiwan dan Uni Eropa hampir sama, Uni Eropa selalu mendukung dan menghimbau Taiwan untuk dengan agresif memainkan peran layanannya pada dunia, pernah beberapa kali secara terbuka menyampaikan dukungannya pada Taiwan dengan status anggota pengamat turut dalam WHO, sedangkan Taiwan sendiri juga akan terus menjalin hubungan mitra kerja sama bilateral dengan Uni Eropa.
Sebelum Uni Eropa ada pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang menyampaikan bahwa Taiwan pernah menjadi salah satu bagian dari WHO, jadi seharusnya tetap terus menjadi bagian dari WHO, setelah itu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengermukakan bahwa keikutsertaan Taiwan dalam WHO merupakan suatu keharusan. Ingin menjaga kesehatan manusia yang ada di dunia ini maka tidak seharusnya dengan alasan politik menyisihkan Taiwan. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau menyampaikan, dipercayai kehadiran Taiwan dengan status anggota pengamat dalam WHO merupakan hal yang paling menguntungkan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat internasional.
Negara-negara utama dunia telah menyatakan dukungannya bagi Taiwan, pemerintah Taiwan menegaskan, virus tidak membedakan negara, tidak seharusnya ada lobang dalam pencegahan epidemi global, dan lebih tidak seharusanya politik melecehkan kesehatan dan keamanan manusia di dunia ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Joanne OU mengatakan, “Negara kami dengan hormat mengimbau agar WHO mengundang Taiwan turut dalam rapat pakar mengantisipasi virus corona baru, dan mengundang Taiwan dengan status anggota pengamat hadir dalam sidang WHA”
Di sisi lain, Sidang Dewan Eksekutif WHO akan digelar tanggal 3-8 Februari mendatang, Kementerian Luar Negeri menyampaikan, tidak peduli sidang dewan eksekutif atau sidang WHA pada bulan Mei mendatang, akan melakukan upaya untuk meraih hak kesehatan dan kesejahteraan yang seharusnya didapatkan oleh 23 juta penduduk Taiwan.
Dalam sidang WHO tahun 2019, Amerika dan Jepang menyerukan dukungan bagi Taiwan sementara negara lainnya ada Haiti, Paraguay, Eswatini, Guatemala, Nikaragua, Honduras dan negera-negara sahabat diplomatik Taiwan lainnya juga memberikan suaranya bagi Taiwan.