History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Shinzo Abe: Taiwan Harus Disertakan dalam Organisasi WHO

  • 30 January, 2020
  • 尤繼富
Shinzo Abe: Taiwan Harus Disertakan dalam Organisasi WHO
Shinzo Abe: Taiwan Harus Disertakan dalam Organisasi WHO

(Taiwan, ROC) --- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar rapat kedua membahas epidemi pneumonia Kota Wuhan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA), Joanne Ou (歐江安) mengemukakan, pihak Taiwan menyatakan penyesalan yang mendalam, atas tidak diundangnya pakar kesehatan dalam negeri dalam pertemuan penting tersebut. Tidak sepantasnya, jika langkah pencegahan epidemi harus dicampuradukkan dengan permasalahan politik. Dengan tidak diundangnya Taiwan oleh WHO, berarti telah melanggar HAM dari 23 juta warga Taiwan. Pada tanggal 30 Januari 2020, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menekankan, WHO sudah seharusnya melibatkan Taiwan dalam penanggulangan epidemi. Jika tidak, maka pencegahan wabah ini akan sulit terlaksana.

Joanne Ou menyampaikan organisasi kesehatan dunia, sudah seharusnya tidak mengesampingkan Taiwan dalam penanggulangan epidemi. Taiwan merupakan salah satu negara yang berada di garis terdepan, dalam memerangi wabah penyakit.

Joanne Ou mengatakan, "Oleh karena itu, kami meminta kepada pihak WHO untuk menindaklanjuti secara profesional. Pakar kami sudah seharusnya diundang dalam konferensi pencegahan epidemi coronavirus. Kami juga mengimbau pihak WHO untuk menyertakan Taiwan dalam setiap rapat-rapat besar, misal nya WHA. Taiwan harus berpartisipasi dalam segala mekanisme konferensi anti epidemi dunia".

Media Jepang, Kyodo News mewartakan, di tengah merebaknya wabah pneumonia di Wuhan, Perdana Menteri Shinzo Abe menekankan perlunya menyertakan Taiwan dalam organisasi WHO. Shinzo Abe menambahkan, otoritas Beijing sudah seharusnya melepaskan kepentingan politik mereka. Jika Taiwan tidak dilibatkan, maka mekanisme pencegahan epidemi akan sulit terlaksana.

Selain itu, mengenai tindak lanjut dari sumbangan masker mulut Taiwan untuk mengurangi dampak kebakaran hutan di Australia, Joanne Ou menyampaikan, Taiwan dan Australia merupakan negara sehaluan. Keduanya memiliki jalinan kerja sama yang kuat, misal di sektor ekonomi, pendidikan dan teknologi. Atas dasar semangat peri kemanusiaan, Taiwan sebelumnya telah menyetujui untuk menyumbangkan 100.000 masker mulut. Pada tanggal 22 Januari 2020, Taiwan telah mengirimkan 6000 masker mulut N95 ke Negeri Koala tersebut. Untuk saat ini, pemberian sumbangan masker mulut ke Australia akan dibahas kembali, mengingat wabah epidemi pneumonia yang kini merebak luas.

Komentar

Terbarumore