History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Upaya Otoritas Inggris untuk Memulangkan Warganya dari Kota Wuhan

  • 28 January, 2020
  • 尤繼富
Upaya Otoritas Inggris untuk Memulangkan Warganya dari Kota Wuhan
Upaya Otoritas Inggris untuk Memulangkan Warganya dari Kota Wuhan

(Taiwan, ROC) --- Di tengah meluasnya wabah virus “2019-nCoV” di Kota Wuhan Provinsi Hubei, Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan pernyataan resmi mereka pada tanggal 28 Januari 2020. Otoritas Britania Raya tengah mengupayakan untuk memulangkan seluruh warga mereka dari Provinsi Hubei.

Juru bicara Kemenlu Inggris menyampaikan, di tengah larangan wisata yang telah dirilis oleh otoritas Republik Rakyat Tiongkok, semakin menyulitkan komunikasi dengan pihak konsulat dan institusi kesehatan setempat. Ia menambahkan pihaknya saat ini tengah mengusahakan untuk memulangkan warga Britania Raya dari provinsi Hubei.

Setelah Kota Wuhan resmi diisolasi, warga Inggris yang kebetulan berada di sana pun harus terjebak. Media BBC mewartakan, seorang dosen asal Cardiff, Yvonne Griffiths, tiba di Wuhan tiga minggu sebelum wabah epidemi merebak. Dosen yang telah berusia 71 tahun tersebut, dikabarkan mendarat di RRT bersama 2 kolega lainnya, dan dijadwalkan harus kembali ke Inggris pada tanggal 20 Januari 2020 lalu. Namun sayangnya, seluruh jadwal penerbangan dan transportasi umum dari dan menuju ke Wuhan resmi ditutup, setelah perintah isolasi kota diumumkan.

Putri Yvonne Griffiths, Bethan Webber saat menerima wawancara menyampaikan, ibunya tidak akan bisa pulang tanpa adanya bantuan dari pemerintah Inggris. Ia menambahkan otoritas Inggris harus mengerahkan jadwal penerbangan untuk memulangkan warga mereka di Wuhan.

Kemenlu Inggris sebelumnya telah mengeluarkan peringatan wisata, yang menyarankan agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Provinsi Hubei. Petinggi Inggris juga merekomendasikan agar seluruh turis mereka untuk segera memprioritaskan perjalanan kembali ke kampung halaman.

Bethan Webber menambahkan, rekomendasi dari Kemenlu Inggris cukup konyol, mengingat saat ini seluruh akses transportasi Wuhan telah ditutup oleh pemerintah setempat.

Bethan Webber juga menambahkan, di tengah kian merebaknya epidemi Wuhan, membuat sang ibunda berada dalam kecemasan. Ia melanjutkan, “Kini, banyak asumsi yang muncul di tengah masyarakat, terutama dalam bagaimana mencegah penyebaran epidemi. Ada yang mengatakan bahwa pemakaian masker mulut mampu mencegah risiko tertular virus. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa pemakaian masker mulut tidak ada gunanya. Berita yang simpang siur tentu akan membuat warga-warga kian panik”.

Sebelumnya, telah ada 14 warga Inggris yang diperiksa terkait penyebaran epidemi Wuhan. Status ke-14 warga tersebut dinyatakan negatif. Hingga saat ini, belum ada kasus pneumonia Wuhan yang terjadi di Britania Raya.

Komentar

Terbarumore